WGAB: Maraknya Pembalakan Liar, Judi dan Miras di Nabire, Terkesan Adanya Dugaan Pembiaran, Ada Apa?

JAYAPURA, TIFACENDERAWASIH.com – Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber tepercaya mengindikasikan bahwa diduga lebih dari setengah terjadi Pembalakan Liar di Kabupaten Nabire.

Sekretaris LSM WGAB Ferdinant Tokoro dalam kunjungannya di kabupaten Nabire mengatakan, “Banyak sekali melihat persoalan yang terjadi di daerah ini mulai dari pembalakan liar atau ilegal logging, Togel, peredaran Miras, ilegal meaning dan penimbunan BBM ujarnya .

Lanjut Tokoro, Anehnya lagi akibat dari pembalakan liar tersebut banyak sekali terjadi penimbunan BBM, hal ini diduga di lakukan oleh oknum aparat penegak hukum yang bertugas di Pos-pos penjaga keamanan, “ungkapnya.

Kepada awak media, Tokoro menambahkan, hal tersebut terjadi akhibat kurangnya perhatian dan pengawasan dari pemerintah daerah atau instansi terkait dan pihak Keamanan sehingga mengakibatkan persolaan kriminalitas terjadi dimasyarakat di wilayah tersebut.

Ferdinand Tokoro menyampaikan kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini instansi terkait, pihak Keamanan, LSM, Masyarakat Adat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan semua elemen yang ada di daerah ini mari kita bersama jaga dan memberantas praktek-praktek ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, kalau semua ini dilakukan maka visi misi Kepala Daerah terwujud di mana bisa menciptakan kota yang aman damai harapnya.

Kembali ke persoalan diatas
Peraturan Daerah Kabupaten/Kota;

Peredaran hasil hutan adalah proses memindahkan dan atau menjual komoditas
hasil hutan dari satu tempat ke tempat lain tanpa memperoleh ijin jelas dinyatakan ilegal.
Kepada pengelolaan Hutan dan
Pengelolaan hutan secara lestari dapat memperhatikan standar operasional yang efisien dan efektif memperoleh hasil
fungsi produksi, fungsi ekologi dan fungsi sosial budaya dan memperhatikan masyarakat adat setempat, masyarakat adat Papua khusus di daerah ini membutuhkan kepastian hukum dalam pengelolaan hutan. saat ini masyarakat dinilai tidak sepenuhnya menikmati kekayaan Sumber Daya Alam di negerinya sendiri.
sehingga Masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat di wilayah tersebut terkesan ibarat “Tikus mati dalam Lumbung padi”. Ucap Tokoro.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua, Yerry Basri Mak, SH. Juga Mengatakan, Diharapkan Agar Kapolres Nabire yang baru berani memberantas ilegal logging, dan Segala bentuk Perjudian dan juga miras ilegal, karena sesuai bukti dilapangan sudah sangat meresahkan Warga Nabire. Maka itu, Kami sangat berharap dengan Hadirnya Kapolres Nabire yang baru mampu mengatasi Segalah bentuk perjudian yang ada di kota Nabire, “harap Yerri.

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here