John Gobay: Tidak Selamanya Tambang Rakyat Gunakan Merkuri

TIFACENDERAWASIH.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), John Gobay mengatakan jika kita ingin mengecek para penambang mengunakan merkuri, lihat pola tambang yang digunakan apakah menggunakan tromol atau tidak.

“Kalau menggunakan tromol pasti pake merkuri, karena emasnya ada dalam batuan sehingga harus diuraikan dengan merkuri, selama saya tahu masyarakat Papua jarang pake tromol. Sedangkan pada material pasir warga akan gunakan suilte box atau yang dikenal dikalangan pendulang kas, yang mengunakan karpet lalu dengan air mengalir dipisahkan antara material pasir dengan butiran emas,” jelasnya.

Dikatakan John, jangan kita terus mengidentikan tambang rakyat dengan penggunaan merkuri, dirinya sudah membaca aturan yang membolehkan Freeport menambang walaupun itu hutan lindung jelas ini tidak adil. Mari kita harus semangat mendorong agar tidak terus terjadi ketidakadilan bagi masyarakat

“Kalo Freeport dibiarkan walaupun depan mata kita melihat kerusakan lingkungan dan penggunaan zat kimia, rakyat dilarang inilah wajah ketidakadilan yang nyata depan mata sehingga harus ada solusi yang adil,” tegas John.

Dirinya menuturkan, bahwa dalam perkembangan akhir-akhir ini, BPPT sudah mengembangkan teknologi non mercury sehingga ini bisa dikembangkan juga di Papua agar jangan terus mengindentikan tambang rakyat dengan mercury.

“BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI – BPPT Hadirkan Teknologi Pengolahan Emas non Merkuri” https://bppt.go.id/layanan-informasi-publik/36-berita-bppt-3/berita-teknologi-sumberdaya-alam-kebencanaan/3071-bppt-hadirkan-teknologi-pengolahan-emas-non-merkuri.
Ini sekaligus menanggapi pernyataan, akademisi Marcelino, Dari IAGI Papua, dalam cepos halaman 9, edisi 13 November 2020.

Bahkan dia mempertanyakan, apakah IAGI sudah melakukan penelitian di Freeport, apakah mereka tidak merusak lingkungan, di depan mata mereka merusak lingkungan tapi mengapa tdk dilarang sama dengan tambang rakyat, kenyataan bahwa Freeport dibina diawasi terkait pengelolaan lingkungan.

“Artinya tambang juga harus bisa dengan teknologi baru yg dikembangkan oleh BPPT dapat dikembangkan di Papua, ini tugas akademisi juga sebagai pengabdian masyarakat, bukannya menanggapi tanpa memberikan solusi terhadap masalah, masalah begini sebenarnya tantangan bagi akademisi atau ilmuan, belajarlah dari akademisi lain yang hadir memberikan solusi bukan mempertahankan masalah, yang saya katakan adalah tidak semua tambang rakyat menggunakan Mercuri,” tandasnya.

“Persoalan ini harus ada solusi bukan menambah masalah soal menambang dalam hutan lindung ada aturan yang membolehkan asal ada pinjam pakai kawasan hutan.
Teknologi uang dikembangkan oleh BPPT harus bisa diaplikasikan di Papua khususnya untuk tambang rakyat di Jawa barat ada daerah juga yang mengembangkan teknologi ramah lingkungan dalam tambang rakyat,” tutup John Gobay.

(Red/YT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here