Diduga Subkon Tidak Jelas, Masyarakat Adat Kampung Warsambin Palang Jembatan Warnap

Raja Ampat, PB – Proyek pekerjaan pembangunan jembatan Warnap di Kampung Warsambin Distrik Teluk Manyalibit Kabupaten Raja Ampat di palang warga setempat, selasa(07/07/2020).

Pemalangan jembatan yang dilakukan oleh lbu Ludya Mantansan ( Kontraktor lokal) terjadi akibat pemberian Sub Kontraktor (Subkon) yang tidak tepat sasaran. Akibat pemalangan tersebut, PPK 03 Willem Kastanya berargumentasi dengan Ludya Mentansan pemilik Hak Ulayat di depan Kantor PPK 03 Satker PJN Wilayah II Sorong Papua Barat

Dalam hal ini, Terkesan PPK 03 tidak beretika dan seharusnya PPK 03 mengajak Ludya masuk ke dalam ruangan kantor guna membahas persoalan ini, bukan berargument diluar kantor. Begitu pula para awak media meminta waktu konfirmasi Iima menit tetapi tidak juga diajak masuk kedalam kantor guna mewawancarainya.

Usai argumentasi dengan Ludya, awak media Iakukan konfirmasi permasalahan Subkon kepada PPK 03 Willem Kastanya. dia mengatakan tidak tahu menahu penyebab pemalangan jembatan yang dilakukan oleh masyarakat adat pemilik Hak Ulayat di Kampung Warsambin Distrik Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat

Dikatakannya, bahwa PPK tidak punya hak untuk mengatur pekerjaan dan membagikan Subkon. Pembagian subkon dilakukan oleh Kontraktor pemenang tender dan PPK hanya sebatas mengontrol pekerjaan dilapangan.

“Untuk subkon diambil dari Kampung Warsambling dan saya selaku PPK tidak tahu jumlah subkon yang diberikan”, ucap Wellem.

Pada kesempatan terpisah, Ludya Mentansan menyatakan bahwa PT. Prima Pratama Konstruksi selaku pemenang tender proyek pembangunan jembatan warnep yang berkantor di Ambon memberikan Sub bukan kepada pemilik hak ulayat di Kampung Warsambin melainkan memberikannya kepada warga kampung lain.

Pemalangan jembatan warnep 1 dan warnep 2 terjadi kesalahan diskomunikasi antara pemilik

hak ulayat, PPK dan PT. Prima Pratama Konstruksi. sebab proyek pembangunan jembatan dari awal sudah dikawal pemilik hak ulayat tetapi komunikasi kita selalu diluar kantor dan selalu diarahkan ke Kontraktor pemenang tender,” tandas Ludya.

Lanjut Ludya, “saya sudah Iima kali ketemu PPK 03 Wellem Kastanya, tetapi PPK tidak respon serta menganggap remeh dan saya juga belum pernah ketemu dengan Kontraktor pemenang tender, akhirnya saya balik ke kampung warsambling untuk melakukan pemalangan kedua kalinya pada bulan juli, sedangkan pemalangan pertama pada bulan juni”.

“Para subkon dirahasiakan oleh pihak Satker PJN Wilayah II dan PT. Prima Pratama Konstruksi dari masyarakat adat pemilik hak ulayat Kampung Warsambling”, tegas Ludya.

PPK 03 Wellem Kastanya berjanji akan berusaha berkomunikasi dengan pihak Kontraktor, guna memanggil saya untuk persiapkan subkon, kata Ludya.

Apabila janjinya tidak ditepati
lagi maka saya akan Iakukan pemalangan besar-besaran karena pekerjaan tersebut berada di wilayah adat saya,” tegas Ludya.

Keesokan harinya selasa tanggal (07/07) awak media konfirmasi pak Adi melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa dirinya tidaktahu kenapa pekerjaannya dipalang “sy tidak tau pak kenapa pekerjaan sy di palang” jawab pak Adi

Diketahui pekerjaan tersebut bersumber dari dana APBN TA 2020 dengan nama paket pekejaan Pembangunan Jembatan Warnap Cs,waktu pelaksanaan 270 (dua ratus tuju pulu hari ) kalender, di kerjakan oleh PT Pratama Konstruksi.

Reporter : (JL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here