Hendak Bom Ikan, Dua Orang Pelaku Diamankan Polairud

TIFACENDERAWASIH.com,- Menangkap ikan dengan menggunakan bom sangat merusak ekosistem laut.Dampak negatifnya sangat terasa, seperti merusak terumbu karang, banyak ikan mati sia-sia, dan jumlah ikan berkurang drastis.

Dua pelaku paruh baya,berinisial (LS) dan (PY) yang hendak mempersipkan bahan dan merakit bahan peledak untuk membom ikan dilaut, dilaporkan Selasa 27 April 2021 pukul 12.00 Wit telah diamankan oleh tim Subdit Gakkum Polairud Polda Papua Barat.

Dir Polairud Polda Papua Barat, Kombes Pol Budy Utomo.SIk saat dikonfirmasi media ini menyampaikan, kedua pelaku telah diamankan oleh tim Gakkum dengan Barang bukti 1 Botol kaca uk. 620 ml berisikan bahan peledak, 2 Botol kaca uk. 330 ml berisikan bahan peledak, 2 Botol kaca uk. 150 ml berisikan bahan peledak, 1,5 kg Pupuk Matahari dan 10 Buah Dopish.

Terkait tentang penangkapan pelaku utama pembuat Bom ikan di Pulau Buaya inisial LS, lanjut Dir Polairud Kombes Pol Budi Utomo.SIk bahwa pada Pukul 07.00 WIT tim Subdit Gakkum yang di pimpin Kompol Syarifurrahman, S.I.K, IPDA Deny Halim S S.Tr.K, Bripka Nur Ilham dan Bripka Israil serta Personil Sea Rider dan juga Kanit Patwal Polairud Iptu Rumarogan ini melakukan penyelidikan dan patroli di perairan Sorong bahwa pelaku utama pembuat Bom ikan berada di Pulau Buaya berinsial LS.

Kemudian pada pukul 09.00 WIT Kasubdit dan tim penangkap lainnya melakukan pemantauan dari TB.Delta yang sedang berlabuh di kolam bandar kota Sorong, menunggu laporan Bripka Israil. Setelah menunggu, Bripka Israel melaporkan bahwa ada perahu warna kuning dengan menggunakan mesin tempel 15 pk baru saja membeli bahan-bahan peledak dari rumah pelaku LS di Pulau Buaya.

Kemudian pada pukul 10.00 WIT Kasubdit Gakkum berkoordinasi dengan Kapal Sea Rider Ditpolairud Polda Papua Barat yang sedang berpatroli untuk melakukan pengejaran terhadap kapal yang diduga membawa bahan peledak bom ikan.

Setelah itu pukul 10.20 WIT, Kapal Sea Rider berhasil melakukan pemeriksaan dan menangkap pelaku insial PY sebagai pembeli bahan peledak dari rumah LS yang berada di Pulau Buaya. Selanjutnya, pukul 11.00 WIT Tim yang berada di kapal Delta mendapatkan informasi dari Bripka Israel bahwa barang yang dirakit sudah berbentuk Bom ikan yang dikemas didalam Botol. Kemudian pukul 11.10.Wit

Kasubdit Gakkum perintahkan segera melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah pelaku. Akhirnya pukul 11.30 WIT, tim berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti, berupa 5 botol Bom ikan rakitan yang siap digunakan. Untuk itu, akibat perbuatan kedua pelaku, diduga terlapor telah melanggar pasal 1 ayat 1 UU darurat No 12 tahun 1951.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here