DPP Lembaga FPK Akan Menggelar Unjuk Rasa Menolak Kegiatan Reklamasi Vila Starmas

Serang,- Lembaga Front Pemantau Kriminalitas ( FPK ) dalam waktu dekat  berencana akan menggelar unjuk rasa menolak kegiatan pembangunan reklamasi untuk villa Starmas yang berlokasi di desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Banten, hal ini di sampaikan Rezqi, Sekretaris Jenderal DPP Lembaga Front Pemantau Kriminalitas ( FPK )
Kepada pewarta diruang kerjanya. kamis, (22/02/2021).

Rezqi selaku DPP lembaga forum pemantai kriminalitas(FPK) menegaskan, bahwa  berdasarkan  laporan dari tim investigasi anggota Kami terkait dengan kegiatan reklamasi yang saat ini sedang dikerjakan, diduga pihak Starmas terkesan menganggap tidak penting atas keberadaan muspika kecamatan Cinangka. selain itu, diduga menyepelekan keberadaan lingkungan setempat. faktanya sampai saat ini  pihak Starmas tidak melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat, “katanya.

DPP lembaga front  Pemantau Kriminalitas (FPK) menduga kuat saat ini pihak Starmas belum mengantongi ijin, a. Izin Lokasi; dan
b. Izin Pelaksanaan Reklamasi.
(2) Izin Lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:
a. Izin Lokasi Reklamasi; dan
b. Izin Lokasi Sumber Material reklamasi.
Pasal 3
(1) Izin Lokasi Reklamasi dan Izin Pelaksanaan Reklamasi, sebagai mana ketentuan dalam peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia Nomor 17/PERMEN-KP/2013, tentang perizinan reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,”Tuturnya.

Dalam waktu dekat jika mendapat ijin dari pihak kepolisian, rezqi akan menyampaikan orasi di lokasi kegiatan reklamasi tersebut, dan alasan unjuk rasa melakukan penolakan kegiatan reklamasi dikarenakan adanya kekhawatiran Pihak Starmas akan kembali melakukan pengerukan terumbu karang untuk sandaran dermaga kapal pesiar seperti yang di kerjakan sebelumnya.

Dalam kesempatan ini pihak DPP Front Pemantau Kriminalitas (FPK) akan menggunakan Hak Gugat Masyarakat sebagaimana tertuang dalam UU NO : 32 Tahun 2009 dalam Pasal 91 ayat  (1) Masyarakat berhak mengajukan gugatan perwakilan kelompok untuk kepentingan dirinya sendiri dan / atau untuk kepentingan masyarakat apabila mengalami kerugian akibat pencemaran dan / atau kerusakan lingkungan hidup karena itu juga mengingat bunyi Pasal 65 ayat (5) Setiap orang berhak melakukan pengaduan akibat dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata,”tukasnya.

Diakhir pemaparannya, Rezqi menegaskan jika tidak mendapat ijin untuk menggelar unjuk rasa maka secara kelembagaan pihaknya akan melayangkan surat resmi ke pihak- pihak terkait khususnya kementerian kelautan dan perikanan untuk mempertanyakan ketegasan penegakan penerapan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara kesatuan republik Indonesia yang berkaitan dengan reklamasi diantaranya hal hal berikut ini :
a. kesesuaian lokasi dengan RZWP-3-K atau RTRW provinsi, kabupaten/kota
yang sudah mengalokasikan ruang untuk reklamasi;
b. kondisi ekosistem pesisir;
c. akses publik; dan
d. keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat.
(4) Rekomendasi Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diterbitkan
dengan mempertimbangkan:
a. kajian dampak lingkungan sesuai Amdal;
b. kondisi ekosistem pesisir;
c. akses publik;
d. penataan ruang kawasan reklamasi; dan
e. keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Ditempat terpisah saat dikonfirmasi pewarta, Deni firdaus selaku Camat Cinangka Mengatakan, tidak mengetahui kalau ada kegiatan reklamasi di desa umbul tanjung, karena belum ada pihak pengusaha yang datang kekantornya. ditegaskan Deni pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk menindaklanjuti informasi kegiatan reklamasi ini,”terangnya.

Tim pewarta mencoba konfirmasi kepada pihak pemerintah desa umbul tanjung, didapat keterangan dari staf desa umbul tanjung yang tidak mau di publish namanya, bahwa kegiatan reklamasi di desanya sampai saat ini pihak pengusaha belum ada yang datang ke desa dan sampai saat ini tidak ada,”tutupnya.

(TC-Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here