Jubir JDP: Perdamaian Merupakan Tujuan Dari Gerakan Jaringan Damai Papua

TC,- Dua tahun sudah Pastor Neles Kebadabi Tebay, Prebagai Tanah Damai. Cita-cita tersebut mendorong Doktor keluaran pendidikan tinggi di Roma-Italia tersebut telah menginisiasi berdirinya Jaringan Damai Papua (JDP) Pada tahun 2010.

“JDP dalam perjalanannya kini menyadari sungguh bahwa perdamaian sebagai tujuan dari gerakannya akan dapat tercapai apabila terdapat kesamaan pemahaman dan kesadaran pada semua pihak yang terlibat konflik sosial-politik di Tanah Papua dapat menerima konsep : Mari Kitorang Bicara Dulu,” ujar Yan Warinussy SH, 19/04.

Karena meminjam kata-kata dari Dr.Muridan S.Widjoyo dan Dr.Neles Kebadabi Tebay bahwa Dialog Tidak Membunuh siapapun. Maka jalan untuk mendudukkan masalah dan bersama-sama mencari jalan keluar penyelesaiannya adalah melalui dialog damai.

“Dialog damai dalam situasi saat ini dimana meningkatnya ekskalasi kekerasan yang terus membawa korban pada pihak TNI/Polri, TPB/OPM atau sering disebut KKB atau KKSB bahkan terutama rakyat/warga sipil di Tanah Papua,” ujarnya.

Lanjutnya, ini semua membawa konsekuensi perlunya ada Jedah Kemanusiaan (Humanitarian Pause) yang semestinya disepakati oleh semua pihak yang bertikai di kawasan Pegunungan Tengah Papua dan sekitarnya.

“Apalagi dalam suasana Bulan Suci Ramadhan ini. Jedah kemanusiaan (humanitarian pause) menjadi satu langkah awal yang penting dipertimbangkan demi mengurangi hingga menghentikan konflik sosial politik di Tanah Papua saat ini,” tandasnya.

“Sehingga Jedah kemanusiaan (humanitarian pause) tersebut dapat menjadi suasana positif untuk memulai persiapan ke arah dilaksanakannya dialog damai yang menjadi cita-cita rakyat Papua secara mayoritas dan khususnya menjadi cita-cita JDP yang digagas oleh kedua pendekar yaitu Neles Tebay dan Muridan.S.Widjoyo,” pungkas Jubir, Yan Warinussy SH.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here