Diduga Kepala Kampung Salah Gunakan Dana, Masyarakat Ancam Boikot Balai Kampung Dan Pencairan Dana

BIAK – Pencairan dana desa tahap pertama tahun 2021 di Kampung Yenusi, kabupaten Biak Numfor menuai protes dari kalangan masyarakat pada 28/3/2021.

Diketahui pencairan dana tahap pertama tahun 2021 pada minggu ke 3 akhir maret lalu, senilai Rp. 223.200.000 dari total pagu dana desa sebesar Rp. 756.457.000, namun pembayaran BLT tahap pertama yang sampai ke masyarakat kampung yenusi, Distrik Biak Timur hanya senilai Rp. 34.700.000.

Adapun mekanisme pencairan tahap pertama senilai Rp. 34.700.000 yang diserahkan dari kepala kampung Yenusi kepada sekertaris dan bendahara Kampung tersebut atas arahan kepala kampung saat forum penyerahan BLT yang di saksikan langsung oleh kepala distrik biak timur, Lukas Moren di hadapan masyarakat kampung yenusi pada tanggal 26/3/2021.

Hal ini tentunya menimbulkan sejumlah pertanyaan di masyarakat. Mengapa Kepala kampung Yenusi tidak berada di tempat sejak di ketahui telah melakukan pencairan dana tahap pertama. Ada apa ?
Tanya Yohanis Rumaropen, sebagai pemerhati masyarakat.

Yohanis meminta hal ini agar segera ditindaklanjuti demi kepentingan masyarakat. “kondisi ini sudah berulang kali di lakukan oleh oknum kepala desa tersebut, sangat tidak bertanggung jawab dan terkesan semena – mena” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa sejak tahun 2020 lalu, kami atas nama masyarakat kampung yenusi sudah pernah mengadukan hal ini ke DPRD kabupaten Biak numfor, guna konfrontatif persoalan yang sama, namun kali ini tindakan kepala kampung tersebut terulang kembali.

“intinya ini sudah melanggar kewajiban kepala desa sebagai mana yang di amanatkan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan kami akan kumpulkan masyarakat guna mempertanyakan sikap oknum kepala desa tersebut” imbuhnya.

Tak hanya itu Yohanis juga meminta kepada Pemkab Biak numfor agar segera mengambil langkah menuju karateker pengganti oknum kepala kampung tersebut. Bahkan ia mengancam, “jika tidak, maka kami masyarakat kampung akan memboikot balai kampung dan pencairan dana tahap selanjutnya” tutupnya.

Report : Jimmy Lengkong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here