Yan Warinussy: Kejaksaan Tinggi PB Jangan Terkesan “Mengerami” Kasus Dugaan Tipikor

TC,- Sebagai Peraih Penghargaan Pemerhati Tindak Pidana Korupsi di Papua Barat, saya minta saudara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Dr.Wilhelmus Lingitubun bersikap jujur dan tidak terkesan sedang “mengerami” dugaan tindak pidana korupsi Dana Hibah Bidang Keagamaan dan Kemahasiswaan di Biro Mental Spiritual Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat, kata Yan Warinussy SH, 09/04.

Dikatakan Warinussy hal ini seakan-akan ditutup tutupi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.
“Saya sampaikan karena saya melihat Kajati PB tersebut terkesan “menutupi” kasus dugaan tindak pidana korupsi yang justru kerugiaan negaranya diduga mencapai nilai fantastik 68 Miliar rupiah dari total proyek 598 Miliar rupiah. 3 (tiga) kasus yang disampaikan Kajati PB di Fakfak, Kamis (8/4) seperti septic tank di Kabupaten Raja Ampat dengan nilai kerugian negara sekitar 7 Miliar rupiah sesungguhnya sudah diketahui publik,” ungkapnya.

Lanjut Warinussy, demikian juga dengan kasus dugaan Tipikor di Bulog Manokwari yang kerugian negaranya mencapai 12 Miliar rupiah.

“Kasus ini sesungguhnya sudah akan digelar sidangnya di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari Kelas I B dalam waktu dekat ini. Kemudian kasus dugaan Tipikor gaji dan tunjangan kinerja anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB),” ujarnya.

Yan menambahkan bahwasannya kasus terakhir ini sudah disidik oleh Penyidik Kejati PB.

“Sayangnya, saya memandang Kajati PB tidak jujur mengungkapkan adanya penyidikan kasus dugaan Tipikor Dana Hibah bidang keagamaan dan kemahasiswaan di Setda Provinsi Papua Barat yang sangat besar nilal kerugian negaranya,” tandas Advokat senior Papua Barat.

“Sehingga Kejati PB seperti sedang “mengerami” kasus Dana Hibah tersebut. Menurut saya sudah saatnya Kajati PB dan jajarannya mengangkat dan menyidik tuntas kasus dugaan Tipikor Dana hibah tersebut yang sudah sangat merugikan keuangan daerah, khususnya Provinsi Papua Barat,” tutupnya.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here