Sejarah Pesepak Bola Asal Manokwari Adolf Kabo

TC,- Adolf Kabo adalah Legenda Sepakbola Indonesia yang lahir di Tanah Papua, Manokwari 2 Maret 1960 dengan bakat sepakbola alami.

Di dibesarkan di lingkungan Sanggeng, Manokwari dan mulai berlatih sepakbola dalam Tim Persatuan Sepakbola Angkatan Laut (PSAL) Manokwari di awal tahun 1980-an.

Kemudian dilirik oleh Pelatih Perseman Manokwari Christ Leihitu untuk memperkuat bond sepakbola amatir Manokwari ke Kompetisi Sepakbola PSSI Wilayah Papua di Biak Tahun 1984. Ketika itu dalam babak grand final Perseman Manokwari berhadapan dengan Tuan Rumah PSBS Biak yang diperkuat bintang-bintangnya seperti Gustav Beroperay, Yules Jewun, Mathias Krey dan Ely Rumaropen. Sementara Perseman Manokwari diperkuat Legenda lainnya Wellem Mata, Kapten Yunias Muray, Piet Hein Suabey, Yohanes Kambuaya, Mundus Waney, Aris Kapissa serta Strikernya yaitu Adolf Kabo.

Adolf Kabo menjadi pencetak gol tunggal ke gawang PSBS Biak yang ketika itu dikawal Kiper Tinus Yarangga. Menang di Stadion Cenderawasih Biak sebagai Juara Kompetisi di Tanah Papua.

Perseman Manokwari kemudian mulai mengarungi Kompetisi PSSI di Bekasi hingga Banda Aceh dan lolos ke Kompetisi Divisi Utama PSSI di Jakarta. Perseman Manokwari kala itu tahun 1986 telah diperkuat sejumlah bintang seperti Trio Woof bersaudara (Yulius Woof, Mathias Woof dan Markus Woof). Juga Clemens Rumere, Wellem Mata, Kapten Yunias Muray, Piet Hein Rumere, Sepy Haay, Yanti Wambrauw, Sem Dematokay, Yohanes Mambrasar, Yohanes Kambuaya, Kiki Ayemi dan Adolf Kabo.

Perseman juga diperkuat 2 (bintang) sepakbola dari PSBS Biak yaitu Mathias Krey dan Ely Rumaropen serta Yonas Sawor dari Persis Sorong.

Kehadiran Perseman Manokwari kala itu (1985-1986) sempat menghebohkan dunia persepakbolaan di Indonesia hingga tampil di Final melawan Persib Bandung yang diperkuat bintangnya seperti Adjat Sudrajat, Robby Darwis dan Djajang Nurdjaman (Djanur). Di grand fina ketika itu, Perseman takluk 0-1 akibat gol tunggal Persib yang dicetak Djajang Nurdjaman. Tapi Striker Adolf Kabo terlanjut “merebut hati” pelatih Tim Nasional PSSI Berce Matulapelwa, sehingga Adolf Kabo mulai dipanggil masuk memperkuat PSSI bersama rekannya Yonas Sawor dan mantan pemain Perkesa 78 Robby Maruanaya.

Tercatat mereka bertiga sempat memperkuat PSSI Garuda ke Asian Games 1986 di Bangkok, Thailand, dimana di pertandingan pertama Gol tunggal Adolf Kabo berhasik menyelamatkan muka Indonesia saat menuai hasil imbang 1-1 melawan Tim Nasional Qatar. Bahkan Kabo, cs berhasil mengantar Indonesia menduduki peringkat keempat dalam Asian Games 1986 tersebut, kendati tidak memperoleh medali.

Prestasi anak asli Teluk Wondama bernama Adolf Kabo yang sering dipanggil Mas Kabo itu kemudian terpilih mengikuti latihan PSSI Garuda di Brazil. Sebelumnya di tahun 1985, Adolf Kabo sempat memperkuat itu Kabo Tim Sepakbola PON Papua (ketika itu Irian Jaya/Irja) pada tahun 1985 yang dalam babak Grand Final berjumpa Tim Sumatera Utara (Sumut).

Pertandingan berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Sumut melalui adu pinalti setelah melalui perpanjangan waktu 2 X 15 menit imbang 0-0. Kabo dan rekannya Yonas Sawor gagal mengeksekusi pinalti. Sementara dua rekannya Eli Rumaropen dan Metu Duaramuri berhasil. Sehingga Irja harus puas merebut medali perak, sementara Emas direbut Sumut. Adolf Kabo kembali ke Manokwari dan lebih banyak aktif sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) pada Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari hingga pensiun.

Sementara karir lainnya sebagai pelatih baru terjadi ketika dia dipercayakan ikut sebagai asisten pelatih Perseman Manokwari pada tahun 1995-1997 bersama pelatih kepala Marthen Burwos, beserta Asisten pelatih lain seperti Yunias Muray, Seppy Haay, Piet Hein Suabey.

Kabo Sang Legenda lebih dahulu kehilangan istri terkasihnya almarhumah Mariam Opur yang wafat tahun 2020 dengan meninggalkan 4 (empat) anak yaitu Nuni, Jeffry, Rivaldo dan Novalia beserta sejumlah cucu dari anak-anak terkasihnya.

Adolf Kabo Sang Legenda Sepakbola Indonesia asal Tanah Doreh Manokwari ini sempat menjadi Penatua Pada Majelis Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua Jemaat Ottouw Geissler, Biryosi tahun 1990-an dan hingga akhir hayatnya belum pernah memperoleh penghargaan dari Pemerintah Indonesia, Provinsi Papua maupun Kabupaten Manokwari.

Suatu fakta yang nyaris bertolak belakang dengan segudang prestasinya membawa nama Manokwari terkenal hingga ke manca negara sebelum adanya Provinsi Papua Barat. Baru saja Kapolda Papua Barat Irjen Pol Drs.Tornagogo Sihombing yang berencana menggelar Turnamen Sepakbola Adolf Kabo Cup sebagai bentuk award bagi nama besar Sang Legenda walau belum sempat digelar dengan alasan Covid-19.

Selamat jalan Sang Legenda Adolf Kabo, engkau pergi untuk selamanya, namun jasa dan prestasimu tetap tinggal sebagai warisan bagi masa depan sepakbola Manokwari dan Tanah Papua.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here