Sudah Saatnya Seleksi Calon Jaksa dan Hakim OAP

TC,- Sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia saya mendesak Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo serta Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat untuk secara jeli dan cermat memperhatikan keberadaan pasal-pasal di dalam Undang Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua yang tidak memberi ruang yang jelas secara hukum mengenai seleksi serta pendidikan dasar dan pelatihan umum. Maupun pembinaan dan pendidikan serta penempatan bagi para abdi hukum (penegak hukum) di lingkungan Kejaksaan dan Kehakiman di Tanah Papua.

Menurut Warinussy, di dalam pasal 50 dan pasal 49 UU Otsus Papua secara tegas telah mengatur mengenai Kepolisian Daerah di Provinsi Papua dan juga Provinsi Papua Barat.

“Sehingga dalam konteks seleksi untuk menjadi perwira, Bintara dan tamtama di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kedua provinsi di Tanah Papua tersebut dapat dilakukan oleh Polda Papua dan Polda Papua Barat dengan memperhatikan sistem hukum, budaya, adat istiadat, dan kebijakan Gubernur di kedua provinsi tersebut,” katanya, 02/04.

“Saya kira saat ini dan ke depan dunia penegakan hukum di Tanah Papua sangat membutuhkan hadirnya para jaksa dan hakim yang berasal dari kalangan Orang Asli Papua (OAP) untuk ikut mengarungi dan menduduki posisi penting dan strategis seperti Kepala Kejaksaan maupun Ketua Pengadilan di daerah-daerah di atas Tanah Papua,” bebernya.

Untuk itu, lanjut Advokat senior Papua Barat mengatakan, bahwa sistem seleksi, maupun pendidikan dan pembinaannya memperoleh dukungan langsung secara legal di dalam amanat UU Otsus Papua.

“Saya kira sudah saatnya kalau ada penerimaan 150 anak asli Papua sebagai calon perwira atau tamtama dan Bintara Polri. Maka sudah saatnya juga harus ada penerimaan 150 hingga 200-an calon Jaksa dan Hakim OAP di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang seleksi, pendidikan dan pembinaan kariernya pula mendapat dukungan dari kebijakan Otonomi Khusus dari Negara di Tanah Papua,” tutupnya.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here