Bencana Tanah Longsor di Distrik Bayabiru, 4 Korban Meninggal Dunia, 1 Korban Masih Dalam Pencarian

TC,- Nasip naas menimpah warga Kp. sion, diduga korban masih dalam kondisi tidur sehingga tidak bisa menghindar dan menyelamatkan diri disaat terjadinya tanah longsor di Kampung Sion, Distrik Bayabiru, Kabupaten Paniai – Papua. Kamis, (01/04/2021) pukul 04:50 WIT.

Setelah mendapat informasih adanya kejadian tersebut, anggota Polsubsektor Bayabiru bersama warga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Karena jarak jauh dan kondisi jalan yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, Anggota Polsubsektor bersama warga tiba di TKP pada pukul 08.00 WIT dan langsung melakukan pencarian korban tanah longsor tersebut.

Menurut keterangan Warga setempat, dengan adanya kondisi cuaca yang sering turun hujan, tentunya kondisi tersebut yang mengakibatkan terjadinya tanah longsor.

Sampai berita ini ditayangkan, Anggota Polsubsektor Bayabiru bersama warga berhasil menemukan 4 korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Adapun korban meninggal dunia diketahui: 1) Mus Wenda, Laki-laki 38 Tahun, pekerjaan penambang, 2) Yandi Wenda, laki-laki, 27 tahun, pekerjaan penambang., 3) Nus Penggu, laki-laki, 26 tahun, pekerjaan penambang,v4) Lince Kogoya, perempuan, 31 Tahun, ibu rumah tangga. sedangkan satu korban, Yome Kogoya, perempuan, 29 Tahun, ibu rumah tangga masih dalam proses pencarian.

kerugian Materil di alami warga berupa 4 Unit Rumah Rusak, dan 2 Unit Rumah hancur berat karena tertimpah tanah longsor.

Sementara jenazah korban yang sudah di temukan rencananya akan di makamkan di Distrik Bayabiru dan di Kabupaten Nabire.

Warga yang terdampak musibah tersebut sementara mengungsi dirumah sanak saudaranya yang berada di lokasi FMB dan Lokasi Raka di Distrik Bayabiru.

Atas Musibah tersebut, pihak korban serta Masyarakat yang terdampak musibah tanah longsor sangat membutuhkan Bantuan dari pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Paniai.

Saat di Konfirmasi Via Whatsapp, Kapolres Paniai, AKBP. Naomi Giay membenarkan adanya musibah tanah longsor tersebut.

“Dengan adanya musibah tersebut kami telah memerintahkan anggota kepolisian di wilayah tersebut untuk bersinergi dengan masyarakat setempat guna melakukan upaya semaksimal mungkin untuk mencari korban yang belum ditemukan.

“Atas kejadian bencana tanah longsor yang terjadi pagi tadi, kita semua ikut prihatin dan turut berduka cita.

Kejadian tersebut mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material, kami dari kepolisian menghibau kepada seluruh masyarkat di Dstrik Bayabiru untuk selalu waspada dengan adanya kondisi curah hujan yang cukup tinggi, yang bisa berdampak longsor ataupun banjir di wilayah tersebut, “tutup Kapolres.

Diketahui Wilayah tersebut belum memiliki jalur transportasi darat, dan hanya bisa dijangkau dengan menggunakan transportasi Helikopter dengan jarak tempu 30 menit atau 1 Jam (PP) dari kota Nabire, Kabupaten Nabire, dan 15 menit atau 30 menit (PP) dari kota Enarotali Kabupaten Paniai.

(TC-Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here