Warinussy: Banyak PR Untuk Kejati Papua Barat

TC,- Yan Christian Warinussy SH, yang merupakan salah satu Advokat senior yang di Provinsi Papua Barat dan telah menerima berbagai penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri kembali mempertanyakan sejumlah kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

“Sebagai Advokat yang pernah diberi Penghargaan Anti Korupsi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, saya ingin mempertanyakan perkembangan dan kemajuan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Kejati PB dewasa ini,” ujarnya, 31/03.

Beliau mengatakan bahwa, kasus dugaan tipikor pengelolaan Dana Hibah pada Biro Bina Mental Spiritual Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat dengan total nilai proyek 598 Milyar dengan dugaan kerugian negara 68 Milyar merupakan kasus Tipikor yang sudah semestinya ditingkatkan status prosesnya ke tahap penyidikan dan dapat ditetapkan calon tersangkanya saat ini.

“Berikut adalah “nasib” kasus dugaan Tipikor pengadaan 237 Septic tank individual di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Raja Ampat dengan total kerugiaan negara mencapai 7, 026 Milyar rupiah,” tandasnya.

Tak hanya itu, Warinussy juga mengungkapkan beberapa kasus lainnya.

“Kemudian kasus dugaan Tipikor pengelolaan dana hibah pembangunan kantor Majelis Rakyat Papua Barat. Serta pengelolaan Dana Hibah Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk pengembangan Papua Barat Televisi. Juga kasus dugaan Tipikor Pembangunan Gedung Kantor Dinas Perumahan Rakyat Provinsi Papua Barat tahap berikut,” bebernya.

“Semua kasus diatas akan tetap menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) PB dan jajarannya dalam tahun 2021,” pungkas Warinussy.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here