Diduga Tidak Transparan, Masyarakat Kecam Kepala Kampung Yenusi

YOHANIS RUMAROPEN, Warga Desa Yenusi/Pemerhati Kabupaten Biak Nunfor

TC,- Terkait pencairan tahap pertama Dana Desa Tahun 2021 di seantero Indonesia khususnya di Kabupaten Biak Numfor menuai protes di kalangan masyarakat. Pasalnya salah satu desa di Distrik Biak Timur, yaitu Kampung Yenusi yang telah menerima pencairan tahap pertama Dana Desa Tahun 2021 pada minggu ketiga akhir Maret senilai Rp.223.200.000 dari total pagu dana Desa Yenusi di tahun 2021 sebesar Rp. 756.457.000, hanya menyisahkan Rp.34.700.000 guna pembayaran BLT tahap pertama yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Adapun realisasi pencairan pertama di Kampung Yenusi Distrik Biak Timur dilakukan oleh oknum kepala Desa atas nama Jemmy Ever Dimara yang tidak berada di kampung sejak pencairan tersebut dilakukan. Dana BLT senilai Rp. 34.700.000 diserahkan oleh sekretaris (Columbus Dimara) dan Bendahara (Hans Masosendifu) atas arahan kepala desa dalam forum penyerahan BLT untuk masyarakat bertempat di Desa Yenusi pada tanggal 26 Maret 2021 yang disaksikan oleh Kepala Distrik Biak Timur (Lukas Morrin, S.Sos, M.Si) di hadapan masyarakat Kampung Yenusi.

Hal ini tentunya menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat kampung Yenusi sembari mengkritisi sikap dan kepemimpinan kepala Kampung yang tidak berada di tempat sejak diketahuinya telah melakukan pencairan dana tahap pertama tersebut.

Tindakan tidak transparan dan terkesan menutupi kepentingan tertentu yang dilakukan oleh Oknum Kepala Kampung Yenusi didesak agar segera menindaklanjuti kepentingan masyarakat Yenusi yang dibiayai oleh Sumber dana Desa yang diantaranya adalah Dana Covid, Dana BLT dan Dana bantuan lainnya yang merupakan hak masyarakat Kampung Yenusi, Hal ini diutarakan oleh seorang pemerhati masyarakat kampung Yenusi Yohanis Rumaropen. Dikatakan kondisi ini sudah berulang kali dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut. “Sangat tidak bertanggungjawab dan semena mena oknum kepala desa ini, bahkan tindakan yang dilakukan dengan cara mendiamkan proses pencairan dan menyembunyikan kepentingan tertentu dengan mengabaikan kepentingan rakyat Yenusi ini sudah dilaporkan ke berbagai pihak sejak perlakuannya di tahun 2020 hingga saat ini dan masih tetap berulang, bahkan di tahun 2020 kemarin laporan kami atas nama masyarakat Kampung Yenusi sudah pernah ditindaklanjuti oleh DPRD Kab. Biak Numfor dengan memanggil yang bersangkutan guna konfrontir persoalan yang sama, dan kali ini terulang kembali’. Sebut pria paruh baya yang sangat peduli terhadap kondisi kampung tempat tinggalnya tersebut.

Dikatakan Anis bahwa masalah ini akan kami selidiki lebih lanjut bersama sama perangkat desa dan perangkat Bamuskam serta masyarakat kampung Yenusi untuk mencari tau modus apa di balik sikap dan perilaku oknum kepala Desa yang tidak bertanggung jawab tersebut. “Intinya ini sudah melanggar kewajiban kepala desa sebagaimana yang diamanatkan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan kami akan kumpulkan masyarakat guna mempertanyakan sikap oknum kepala desa tersebut, bila perlu kami akan melakukan tindaklanjut musyawarah luar biasa bersama perangkat desa dan bamuskam lainnya guna mengevaluasi kinerja oknum tersebut, seraya mengancam akan melakukan aksi boikot balai Kampung dan pencairan berikutnya pada pihak Bank apabila madalah ini tidak diselesaikan secara baik dan melalui musyawarah bersama masyarakat kampung Yenusi.

Adapun permintaan sebagian besar masyarakat kampung Yenusi adalah agar pihak Pemerintah Kabupaten Biak Numfor segera mengambil langkah menunjuk karateker pengganti oknum nakal yaitu kepala kampung Yenusi. Jika tidak maka kami/masyarakat kampung Yenusi sendiri yang akan bertindak, dan jangan salahkan kami. Sebut Anis.

Untuk diketahui, sampai berita ini di turunkan, oknum kepala kampung atas nama Jemi Ever Dimara tidak berada di kampung Yenusi sejak pencairan tersebut dilakukan.

(Jimmy L)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here