TSK Dana Bansos Mappi 1 Minggu Bebas berkeliaran Dijayapura, Diduga Ada Permainan, LSM PKN Pertanyakan Kinerja Aparat Penegak Hukum

ilustrasi TSK korupsi Dana Bansos

TC,- kasus dugaan korupsi Dana bansos kabupaten Mappi TA 2013, pada tanggal 11 februari 2021 di nyatakan P21 oleh pihak Kejari untuk selanjutnya masuk tahap ll, yaitu penyerahan tersangka beserta barang bukti.

RWB yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana bansos kab Mappi TA 2013, penyalahgunaan penyaluran dana bansos. Di mana pada tahun 2013, SKPD Sekretariat Daerah kabupaten Mappi dianggarkan dana bansos sebesar Rp 36.000.000.000 yang bersumber dari mata anggaran DAU ( Dana Alokasi Umum ) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 10.839.415.615.
Diketahui setelah dinyatakan sebagai TSK, RWB yang sekarang berdomisili di manado, langsung berangkat dari manado, dan sekarang TSK RWB berada di kota jayapura, menunggu proses selanjutnya.

Terkait keberadaan TSK RWB yang masih berada di jayapura, LSM Pamantau Keuangan negara ( PKN ), Ary Lamare menanggapi hal tersebut. Ary mengatakan hal ini terkesan ada permainan, bahkan pembiaran. Dimana TSK RWB kurang lebih 1 minggu berkeliaran bebas di jayapura. Menurutnya, tidak ada alasan apapun, karena kasus tersebut telah di nyatakan lengkap, atau P21.

” kami heran, kasus dugaan korupsi Dana bansos kabupaten Mappi ini sudah lama sekali. Jika sudah di nyatakan lengkap atau P21. kan harus segera TSK beserta barang bukti diserahkan. Kenapa TSK harus di jayapura? Ini terkesan ada permainan. Kepolisian dan kejaksaan ada apa?”. ujarnya.

Ary berharap kasus ini dapat segera diproses. Dilanjutkan ke tahap ll. Walaupun kasus lama dri tahun 2013, namun dirinya juga berharap kepada penegak hukum, kepolisian dan kejaksaan negeri merauke yang sekarang menjabat dapat bekerja dengan baik, agar Jangan dibiarkan berlarut-larut. Segera diproses.

Terkait hal tersebut, kepala kejaksaan Negeri Merauke melalui Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Merauke, Subiyanto dengan tegas membantah pernyataan tersebut. Dirinya mengatakan tidak ada unsur kesengajaan atau pun pembiaran TSK. Apalagi permainan. Tidak ada. tegasnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa Kasus Dana bansos Kabupaten Mappi sudah dinyatakan lengkap, P21 pada tanggal 11 maret 2021 dan selanjutnya masuk tahap ll, yaitu penyerahan tersangka beserta barang bukti. Sehingga pihaknya sudah berkordinasi dengan penyidik Polres Mappi untuk menyusun barang bukti agar mempermudah persidangan nantinya. Karena khusus untuk kasus ini, yang paling banyak barang buktinya.

“tidak ada unsur kesengajaan atau pembiaran. Kasus ini Dinyatakan lengkap. Secara formil maupun materil sudah terpenuhi. Namun, untuk kasus ini memang barang bukti nya paling banyak. Sehingga, kemarin kami sudah koordinasi dengan teman-teman penyidik. Karena ada beberapa barang bukti yang perlu disusun. Supaya memudahkan dipersidangan. Tetap kami proses. Hanya Kami butuh waktu”.

Disinggung mengenai tersangka tambahan, pihaknya enggan menyebutkan.

“Soal itu, inikan produk teman-teman di Polres. nanti kita lihat perkembangan. Kalau ada, nanti kami infokan”. tuturnya.

Dirinya berharap masyarakat, LSM dapat bersabar, memahami dan juga menyerahkan semua proses kepada aparat penegak hukum. Jangan bertindak gegabah. Kami tetap proses. Walaupun dengan keterbatasan, kekurangan Jaksa namun itu tidak menjadi alasan. Kami optimis, bekerja semaksimal mungkin. Sehingga dapat menyelesaikan kasus korupsi yang jelas-jelas sangat merugikan keuangan Negara.

(Jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here