Raker IV Sinode AM GKI se-Tanah Papua Resmi Ditutup, BP Sinode Apresiasi Persiapan Panitia

TC,- Rapat Kerja ke IV Sinode AM GKI se Tanah Papua yang dilaksanakan dari tanggal 16-19 Maret, di Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, resmi ditutup oleh Ketua Sinode GKI Pdt Andrikus Mofu M.Th.

Dalam sambutan penutupannya, Ketua Sinode menyampaikan bahwa sempat khwatir apakah raker ini bisa terlaksana atau tidak.

“Awalnya saya sempat khawatir dengan kegiatan raker ini, apakah bisa terlaksana atau tidak, tetapi, ketua panitia, meyakinkan saya, dan Puji Tuhan semua berjalan dengan baik dan sukses,” kata Ketua Sinode.

Dan disini, lanjutnya, kita telah menyatukan hati, menyatakan komitmen bersama, kita telah meletakkan kepastian perjalanan gereja kedepan, oleh sebab itu saya pastikan sukses amandemen dimulai dari Maybrat.

“Disini kita mengalami sukacita, kebersamaan, untuk itu saya mengapresiasi kepada para peserta dan terutama untuk seluruh panitia,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Drs Bernard Sagrim MM menyampaikan laporannya.

“Terlaksananya kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari turut campur tangan Tuhan, sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar,” ujar Sagrim mengawali laporannya.

“Apa yang kita ragukan dalam kegiatan ini, mulai dari pandemi covid 19, cuaca, dan lain sebagainya dihindari oleh Tuhan, ini merupakan kasih karunia yang sempurna yang diberikanNYA, sehingga hal ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Dalam kegiatan Raker kali ini, lanjutnya, peserta yang hadir ternyata melampaui dari target yang ada, tapi Puji Tuhan semuanya bisa teratasi.

“Dari sisi kesiapan sendiri pasti ada kekurangan, tetapi hal ini tentunya tidak mengurangi substansi daripada raker ini,” tandasnya.

“Kegiatan raker kali ini, dari panitia benar-benar menerapkan protokol kesahatan, mulai dari pembagian masker, menggunakan hand sanitizer, mencuci tangan serta menjaga jarak,hal ini kita lakukan dengan baik, semua yang terlibat didalam kegiatan raker ini kita lakukan Rapid Tes Antigen, baik panitia, TNI-Polri, dan Satpol PP, semuanya ada sekitar 900 orang,” ujarnya.

“Dan jumlah peserta yang kita lakukan Rapid Tes Antigen ada sekitar 800 peserta,dan sampai dengan acara penutupan pada malam hari ini tidak ditemukan adanya peserta yang reaktif,” timpanya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, ketua panitia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah membantu sehingga kegiatan raker ini bisa berjalan dengan baik.

“Pada kesempatan ini juga saya mau sampaikan sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur yang mana GKI di Tanah Papua ini hanya satu saja, dan kita sebagai kepala daerah mendukung akan hal tersebut, karena yang menjadi perekat kita saat ini hanyalah GKI,” terangnya.

Sebagai Bupati, tambah Bernard Sagrim, Saya menyampaikan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat, dimana kami telah mendukung penuh kegiatan raker ini.
“Hal ini tentunya sesuai dengan moto raker kali ini NEHAF SAU BONOUT SAU, One Heart Commitment, Satu Hati Satu Komitmen dan juga hukum kasih kita yaitu 4 hal yang diturunkan Tuhan kepada Rasul Orang A3, Ruben Rumbiak, yaitu Peliharalah Kesatuan , Kerendahan Hati, Kasih dan Kehormatan Kepada Semua Orang, hal inilah yang menjadi motivasi serta spirit kita,” papar Sagrim.
“Sekali lagi, atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah mengambil bagian pada raker kali ini, kiranya jika ada kekurangan mohon dimaafkan,” tutup Bernard Sagrim.

Salah satu peserta raker dari Kabupaten Keerom, Jo, mengapresiasi persiapan dari panitia.
“Persiapan dari panitia sungguh luar biasa, mulai dari tempat dilaksanakannya kegiatan (tenda), sound system sampai dengan sarana pendukung lainnya,” ujarnya.

Pantauan wartawan media ini, kegiatan Raker Sinode IV ini tetap mengedepan protokol kesehatan. Dimana untuk memasuki ruang atau tempat diselenggarakannya raker harus memiliki Id Card yang telah disediakan oleh panitia.
Disamping itu juga para peserta diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak serta pengecekan suhu tubuh.

Hal inipun berlaku di dalam ruang raker, dimana jarak setiap meja/kursi peserta raker sesuai denga protokol kesehatan, dan selama raker berlangsung setiap peserta diwajibkan menggunakan masker.

Turut hadir dalam kegiatan penutupan raker kali ini antara lain, Bupati Sorong, Ketua DPRD Kab Maybrat, Sekwan DPRD Kab Maybrat, Sekda Kapolres Sorong Selatan Serta tamu undangan lainnya.

(RV-RK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here