Berkas Permohonan Penangguhan Penahanan Tertahan Dimeja Kapolres, Istri JHW Datangi Polres Mitra

TC,- Hendak bertemu Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono, Istri JHW didampingi tim kuasa hukum kembali mendatangi polres Mitra untuk menanyakan terkait kasus penembakan yang menimpa suaminya. (04/03/2020)

Sebagaimana diketahui, JHW yang merupakan korban penembakan yang diduga dilakukan oleh seorang pria yang berinisial BB alias Berry sedang ditahan di rumah tahanan Polda Sulut.

Sedangkan, pelaku penembakan tersebut belum dilakukan penahanan. Pada beberapa berita yang sebelumnya telah kami bagikan cukup menerangkan kronologis penembakan dan pengancaman dengan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh BB alias Berry.

Istri JHW lewat kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap suaminya ke penyidik Polres Minahasa Tenggara. Akan tetapi, berkas tersebut berdasarkan informasi yang kami peroleh dari salah satu penyidik, ternyata masih tertahan dimeja Kapolres.

Hendak meminta kejelasan, Istri JHW didampingi kuasa hukumnya hendak bertemu dengan Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono. Saat tiba di Polres Mitra, Istri JHW didampingi tim kuasa hukum bertemu dengan beberapa petugas untuk memberitahu jika ingin bertemu dengan pak kapolres.

Sayang seribu sayang, kendati sedang berada diruangan kerjanya, AKBP Rudi Hartono tidak dapat bertemu dengan istri JHW dengan alasan sedang ada kegiatan. Informasi ini kami dapatkan dari salah satu petugas yang menemui beliau diruangan kerjanya.

Kuasa hukum JHW kemudian menanyakan jam berapa kegiatan pak Kapolres akan selesai, tapi petugas tersebut tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Beliau hanya menganjurkan untuk meminta informasi kepada Kasat Reskrim IPTU Muhammad Hasbi. SIK

Saat melakukan komunikasi dengan IPTU Muhammad Hasbi via telpon, ternyata beliau sedang melaksanakan tugas di Kejari Amurang.

Pada akhirnya, istri JHW tidak berhasil bertemu dengan pihak-pihak yang berkepentingan terkait kasus penembakan yang dialami suaminya. Istri JHW terlihat sangat sedih dan kecewa. Kami kemudian berusaha untuk menenangkan dan sedikit menghiburnya.

Melalui Direktur LBH Manguni Indonesia (LBH MIM) Yever H. Saerang,SH.,CPCLE selaku ketua tim Kuasa Hukum menyampaikan, kami berharap Polri sebagai institusi yang bertugas memberi keamanan dan kenyamanan warga Negara, agar melaksanakan kewajibannya dalam memberikan pelayanan publik prima, progresif dan partisipatif (propartif) sebagaimana amanat UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar supaya masyarakat benar-benar merasa terlayani dengan baik.

Lanjutnya, pendekatan propartif memiliki titik tekan pada sikap, proses, dan keterampilan yang wajib terhubung dan tergantung satu dengan lainnya. Hal ini kemudian disebut segitiga emas. Singkatnya dalam memberikan pelayanan publik ketiga segmen ini harus berjalan secara bersama sehingga akan muncul satu frase bahwa malayani tak cukup dengan hati tapi melayani harus dengan ahli demi pelayanan publik yang manusiawi. Tuturnya

LBH MIM tentu mendukung setiap upaya kepolisian yang sedang melakukan proses penyidikan terkait kasus penembakan yang menimpa JHW.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut
Tim Kuasa Hukum JHW:
Sumual Christy
Chrisy Sumual, SH
Frangky M.F Ratu, SH
Junaedy S. Lintong, SH., CPCLE

Nancy L. Parengkuan (Komsaris LBH MIM)
Jantje Tulandi (Penasehat LBH MIM).

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here