Warinussy: Penggugat dan Atau Terbanding Telah Kehilangan Haknya Untuk Melakukan Kasasi ke MA

TC,- Pengadilan Tinggi Jayapura melalui putusan nomor :71/Pdt/2020/PT.JAP, tanggal 5 November 2020 secara legal mengadili menerima permohonan banding dari Pembanding I semula Tergugat I (Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni dan Pembanding II semula Tergugat II (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Provinsi Papua Barat.

Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jayapura cukup cermat dalam mempertimbangkan permohonan banding klien kami. Sehingga Majelis hakim Pengadilan Tinggi Jayapura yang dipimpin hakim ketua Rama Jon Muliaman Purba, SH, MH menyatakan gugatan Penggugat (Bryan Tanbri) Prematur.

Kemudian menyatakan Gugatan Terbanding semula Penggugat tidak dapat diterima (Niet onvankelijk verklaard).

“Sebagai Kuasa Hukum dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, kami baru mengetahuinya setelah menerima salinan resmi putusan pengadilan tinggi Jayapura melalui Kepaniteraan Muda Pedata,” ujar Yan Warinussy SH kepada media ini, 26/02.

“Sesuai dengan masa waktu selama 14 hari, kami mendapat penjelasan bahwa Penggugat dan atau Terbanding belum menyatakan sikap apakah melakukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung. Tapi masa dan atau tenggang waktu 14 hari sudah lewat,” terang Warinussy.

Sehingga lanjutnya, penggugat dan atau Terbanding telah kehilangan haknya untuk mengajukan kasasi ke MA.

“Juga putusan Pengadilan Tinggi Jayapura Nomor :71/PDT/2020/PT.JAP, tanggal 5 November 2020 telah memiliki kekuatan hukum tetap untuk dieksekusi (dilaksanakan) dan atau incracht van gewijsde,” papar Warinussy.

Warinussy mengatakan bahwa sebelumnya dalam putusan nomor : 29/Pdt.G/2019/PN.Mnk, gugatan Penggugat (Bryan Tanbri) dikabulkan sebagian dan para tergugat dihukum membayar kerugian materil yang terdiri dari Modal Usaha sejumlah Rp.989.900.000,- (Sembilan ratus delapan puluh sembilan juta sembilan ratus ribu rupiah).

Kemudian tambah Warinussy, keuntungan yang seharusnya Penggugat peroleh sejumlah Rp. 2.657.100.000,- ( Dua Milyar enam ratus lima puluh tujuh juta seratus ribu rupiah). Serta bunga moratoir dari modal penggugat sejumlah Rp.989.900.000,- (sembilan ratus delapan puluh sembilan juta sembilan ratus ribu rupiah).

“Ditambah para Tergugat dihukum membayar kerugian imateril berjumlah Rp.2.000.000.000,- (Dua Milyar rupiah). Bahkan para Tergugat juga dihukum membayar biayar perkara sejumlah Rp. 3.596.000,- (Tiga Juta Lima ratus sembilan puluh enam ribu rupiah),” tandasnya.

“Namun demikian oleh karena Majelis Hakim Pengadilan tinggi Jayapura justru menyatakan Gugatan Penggugat (kini Terbanding) prematur. Prematur, karena dasar gugatan Bryan Tanbri adalah atas putusan PN.Manokwari nomor : 149/Pid Sus/2019/PN.Mnk yang dijadikan hakim PN.Manokwari sebagai dasar dalam memutus perkara ini,” timpanya.

“Padahal putusan perkara tersebut belum memiliki kekuatan hukum yang tetap (incracht van gewijsde). Sehingga PT.Jayapura berpendapat bahwa gugatan perdata yang diajukan ke PN.Manokwari oleh Penggugat adalah terlampau dini,” paparnya.

“Sehingga Majelis Hakim Tinggi Jayapura berpendapat gugatan penggugat tersebut adalah Prematur atau gugatan diajukan terlampau dini. Sehingga Majelis hakim tinggi perkara a quo menyatakan gugatan Penggugat (Terbanding) tidak dapat diterima (Niet Onvankelijk verklaard),” pungkas Warinussy.

(Richard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here