P-21, Polisi Segera Limpahkan Terduga Korupsi Dana Bansos TA. 2013 Kabupaten Mappi

Foto: ilustrasi Dana Bansos

Mappi – Keseriusan Kapolres Kabupaten Mappi mengungkap kasus dugaan korupsi Dana Bansos di Pemkab Mappi tahun 2013 silam semakin terlihat membuahkan hasil.

Dalam kasus ini, telah di nyatakan P-21 dan telah ditetapkan tersangka, yaitu Mantan Sekda Kabupaten Mappi, RWB, yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dan berdasarkan hasil audit BPKP perwakilan Provinsi Papua, No : SR-100/PW26/5/2015, tanggal 11 juni 2015, bahwa dugaan tindak pidana korupsi dana bansos Kabupaten Mappi TA 2013 mengalami kerugian negara senilai Rp 10.839.415.615.(Sepuluh Milyar Delapan ratus tiga puluh sembilan juta empat ratus lima belas ribu enam ratus lima belas rupiah).

“Penanganan kasus Tipikor yang melibatkan Mantan Sekda Kabupaten Mappi ini sudah lengkap. akan segera dilimpahkan ke kejaksaan negeri merauke”. Kata Kapolres Mappi AKBP Cosmos Jeujanan, via telepon selulernya. Minggu, 21 February 2021.

Pernyataan Kapolres Mappi itupun dibuktikan dengan surat dari Kejari merauke bernomor ; BP/14/XI/2020/Reskrim tanggal 4 November 2020 yang diterima Kejari pada tanggal 9 November 2020 terkait hasil penyidikan perkara tindak pidana korupsi.

Surat tersebut ditujukan kepada Kapolres Kabupaten Mappi tertanggal 11 februari 2021 dan ditanda tangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Merauke selaku Penuntut umum, I Wayan Sumertayasa SH, MH (Jaksa Madya).

Dalam surat tersebut juga disampaikan setelah dilakukan penelitian, hasil penyidikannya dinyatakan lengkap. Dan sesuai dengan pasal 8 ayat (3) b, pasal 138 (1), dan pasal 139 KUHAP, agar menyerahkan tersangka dan barang bukti.

Kapolres Mappi AKBP Cosmos Jeujanan, mengatakan bahwa tersangka saat ini tinggal di manado. Selanjutnya, dalam waktu dekat akan di jemput oleh penyidik Polres Mappi dan segera diserahkan tersangkanya beserta barang bukti kepada kejaksaan negeri merauke.

Dirinya juga mengatakan kasus dugaan korupsi Dana bansos ini sudah cukup lama. Dari tahun 2013, Tiga (3) Kapolres sebelumnya, pengembalian berkas sebanyak 5 kali, selama 7 tahun. Sehingga saat ini, dirinya berharap kasus ini dapat segera selesai dan pihak-pihak yang sudah melakukan tindak pidana korupsi harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya.

Hasil penyidikan atas nama tersangka RWB, yang disangka melanggar Primair pasal 2 ayat (1) , jo pasal 18 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dan ditambah dengan undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dari penyidik Kejaksaan Negeri Merauke.

(Jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here