Laporan Polisi JHW Terkesan Jalan Ditempat, Tim Kuasa Hukum Ajukan Permohonan SP2HP

TC,- Tim Kuasa Hukum JHW mengajukan permohonan Surat Perkembangan Perkara Hasil Penyidikan (SP2HP) ke Penyidik Satreskrim Polres Mitra untuk mencari kejelasan terkait kasus penembakan yang dialami kliennya. (19/02)

Kasus penembakan yang menimpa JHW yang telah dilaporkan ke Polsek Ratatotok sejak 07 februari 2021 belum juga menunjukan perkembangan apa-apa. Padahal saat ini pelaku penembakan masih berkeliaran dan tidak jelas keberadaannya dimana.

Sebagaimana diketuhi kasus penembakan yang diduga dilakukan oleh Berry Betrandus (42) terhadap JHW alias Yods (45) telah dilimpahkan ke Polres Mitra dan di backup langsung Polda Sulut.

Untuk meminta kejelasan terkait laporan tersebut, tim Kuasa hukum JHW kembali bertandang ke Polres Mitra untuk menyerahkan Surat permohonan SP2HP.

Direktur LBH MIM, Yever H.Saerang, SH,.CPCLE dalam hal ini meyakini, pihak Berry diduga telah melanggar ketentuan Pasal 351 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 335 KUHP, Jo. Pasal 2 ayat (1) UU No. 12 Tahun 1951 Jis. Pasal 4 Ayat (4) Peraturan Kapolri No.8 Tahun 2012 dengan ancaman hukuman maksimal 10 Tahun penjara.

Saerang meminta agar supaya pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini hingga tuntas dan dapat bertindak secara adil. Jangan sampai ada korban-korban lain yang mengalami kejadian seperti yang dialami kliennya yang menjadi korban penembakan dengan airsoft gun serta tindakan pengancaman dengan senjata tajam besi putih jenis parang.

“Jangan sampai ada JHW lainnya yang mengalami kasus serupa. Sudah sepantasnya pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan berkeadilan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Komisaris LBH MIM, Nancy Parengkuan. Pihaknya meminta agar Pihak kepolisian dalam hal ini penyidik yang menangani kasus tersebut agar bersikap profesional dalam mengungkap kasus penembakan yang dialami oleh JHW.

“Kami berharap agar penyidik dapat bersikap profesional dalam menangani kasus penembakan yang dialami JHW,” tutur Parengkuan

Dikesemepatan yang sama Marhaendra Sangian, SH selaku Wakil Direktur LBH MIM meminta agar kasus ini diungkap secara transparan sehingga terkesan tidak ada sesuatu yang ditutup-tutupi mengingat kasus ini sudah menjadi konsumsi publik.

“Sudah sepantasnya kasus ini dibuka secara transparan agar tidak ada yang terkesan ditutup-tutupi”. Pungkasnya

Kuasa hukum JHW alias Yods lainnya, Junaedy S. Lintong, SH,. CPCLE, Frangky Ratu, SH, Christy Sumual, SH serta Rios J. Rais, SH,.CPCLE, pihaknya memastikan akan terus mengawal kasus ini serta akan terus berkoordinasi dengan pihak penyidik untuk kepentingan hukum kliennya.

Pewarta : Richard V

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here