Salut..! Kajati PB Buktikan Bahwa Hukum Tidak Tajam Kebawah dan Tumpul Keatas

TC Manokwari – Sebagai Pemerhati Tindak Pidana Korupsi di Provinsi Papua Barat, saya memberi pujian dan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat yang telah memenuhi janjinya untuk mengumumkan penetapan tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan 223 septic tank individual di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Raja Ampat di awal tahun 2021 ini,” kata Yan Warinussy SH, 15/02.

Terbukti dengan hari ini, Senin, 15/2 Kajati PB melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) nya telah menetapkan MNU sebagai tersangka kasus Tipikor yang diduga merugikan keuangan negara sekitar 4 Milyar rupiah dari total proyek 7 Milyar rupiah dalam tahun 2018 tersebut.

“Selanjutnya Kajati PB melalui Aspidsus telah menahan tersangka MNU untuk jangka waktu 20 hari ke depan sesuai amanat pasal 20 ayat (1) dan pasal 24 ayat (1) UU No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” ujarnya.

Warinussy mengatakan bahwa penahanan tersebut sekaligus membuktikan bahwa di negara hukum ini tak ada seorang pun yang “kebal hukum”, sekalipun dia atau mereka ada di sekitar lingkaran kekuasaan negara atau daerah sekalipun.

“Bukti hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas dibuktikan oleh Kajati PB Dr Wilhelmus Lingitubun dan jajarannya,” tandas Warinussy.

Sehingga menurut catatan kami sudah ada 2 (dua) kasus besar seperti kasus Tipikor Pembangunan Kantor Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat dan Pengadaan Septic Tank Individual di Kabupaten Raja Ampat yang naik status dari penyelidikan ke penyidikan dan tersangkanya telah ditahan,” bebernya.

Warinussy juga menambahkan bahwa tidak berlebihan jika publik dan rakyat di Tanah Papua, khususnya di Papua Barat berharap Kajati PB dan jajarannya dapat segera menindak-lanjuti kasus dugaan Tipikor Dana Hibah Kemahasiswaan dan keagamaan di Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi Papua Barat juga segera ditetapkan calon tersangkanya.

Berikut kasus dugaan Tipikor pengelolaan dana hibah di Sekretariat Majelis Rakyat Papua Barat pun dapat terus dilanjutkan hingga menemukan tersangkanya, tambah Yan.

“Begitupun dugaan Tipikor pengelolaan Dana hibah Papua Barat Televisi,”timpanya.

“Bravo Kejati Papua Barat libas kasus Tipikor hingga ke akar-akarnya,” pungkas Warinussy.

Pewarta: RV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here