Diduga Ada Penyimpangan, WGAB: Pertamina Segera Sidak Agen Pengecer BBM Subsidi.

TC-, Akhir – akhir ini masyarakat kota Jayapura sangat sulit mendapatkan BBM bersubsidi minyak tanah di kota jayapura, dari pantauan Wgab, disetiap agen pengecer dipangkalan yang di ketahui baru satu atau dua harielakukan pengisian namun pihak pangkalan selalu beralasan Habis minyak tanah.

Saat di temui Jumat (12/02), ketua LSM wgab provinsi Papua, Yerry Basri Mak, SH di kediamannya Kotaraja, distrik Abepura kelurahan wahno, bung Yerry mengatakan, mengenai kelangkaan BBM supsidi minyak tanah ini diakibatkan oleh permainan pangkalan pengecer adanya penimbunan untuk mereka mencari keuntungan yang besa. kenapa saya bisa katakan begitu, mereka ini bukan jual BBM subsidi minyak tanah ke masyarakat namun mereka jual ke pengecer yang di jalan-jalan dengan harga yang tinggi.

Lanjut ketua LSM wgab, contoh kalau di pangkalan pengecer gen yang lima liter biasa masyakat beli di pengecer resmi itu Rp 25 ribu, maaf kalau di jalan jalan yang tidak resmi itu mereka jual dengan harga Rp 50 ribu,karena kebutuhan yang mendesak terpasa masyarakat harus membeli dengan harga yang terlampau tingi sekali.

Yerry juga meminta kepada Pertamina harus melakukan sidak ketempat pangkalan pengecer yang bermain BBM subsidi minyak tanah cabut ijinnya, tangkap dan proses pemilik pangkalan BBM subsidi minyak tanah.

“Penimbunan BBM itu suda melanggar hukum, ketentuan sanksi penimpunan BBM terdapat pada UU No.1 tahun 1953 tentang penetapan UU Darurat tentang penimbunan barang, kemudian UU No.22 tahun 2001 tentang migas sangsi pidana sehubungan penimbunan BBM adalah sekurang kurangnya 6 tahun penjara pasal 5 UU No1tahun 1953. Sementara pasal 53 UU No.22 tahun 2001 tentang migas menyatakan setiap orang yang kedapatan melakukan peyimpanan BBM Tampa ijin usaha penyimpana dipidana 3 tahun penjara dan denda maksimal 30 miliar cetus ketua LSM wgab provinsi Papua Yerry Basri Mak SH.

(TC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here