Beredarnya Siaran Pers Dari Imanuel Gobay, Kapolres Merauke: Itu Berita Hoax

Merauke-, AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum didampingi Kabag Ops menegaskan bahwa telah beredar siaran pers dari saudara Emanuel Gobay, SH, MH adalah merupakan berita Hoax atau berita yang tidak benar dan merupakan berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, hal ini dikatakan pada awak media di ruangan Data Polres Merauke jalan Brawijaya Merauke Papua, Kamis, (11/2).

Kapolres mengatakan isi siaran pers tersebut tidak dibubuhi tanda tangan dan tidak di cap stemple resmi, sehingga dapat dikatakan ini berita yang sengaja dibuat oleh kelompok tertentu yang ingin memperkeruh situasi Kabupaten Merauke menjadi tidak aman saja,”ungkapnya

“Kami Polres Merauke sudah memperlakukan ke 13 tahanan yang terlibat kasus Makar yang terjadi di Kabupaten Merauke secara manusiawi dengan memberi segala keperluan hidup sehari hari didalam rutan Polres Merauke seperti makan dua kali sehari, minum, dan pakaian serta pemeriksaan Kesehatan secara rutin.

“Secara rutin saya bersama anggota berikan makanan, baik itu makanan kaleng, pisang, minum kopi, teh kepada para tahanan

“Saya tekankan tidak ada kekerasan fisik yang terjadi terhadap ke 13 tahanan kasus makar tersebut, mereka baik- baik saja, dalam keadaan sehat ”

“Kita Polri harus bersikap tegas dalam mengambil sikap terhadap kasus makar dimana kasus makar adalah upaya melawan pemerintah yang sah dan atau pemberontakan.

“Ia benar siaran pers yang dibuat ini adalah bentuk keputus asaan setelah upaya hukum yang ditempuhnya melalui praperadilan ditolak, Tindakan – Tindakan Polri dilapangan sebagai wujud kehadiran Negara yang sah di mata hukum, mana mungkin membangun suatu negara di dalam negara, itu adalah Tindakan makar.

“Sudah saya jelaskan di Dialog interaktif RRI, Ia benar tiga tahanan kasus makar yang telah menyatakan sikap kesetiaanya kepada NKRI, dan kita sudah bebaskan, ia benar dimasa pandemi Covid-19 “lebih baik katong basudara ini bersama sama membangun Papua dan lebih khusus lagi Merauke agar lebih baik, bukan malah memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Sebagai contoh telah banyak keterampilan yang coba beta ajarkan kepada katong basudara ini orang Papua, seperti membuat kancing baju dari batok kelapa dan minyak goreng yang memanfaatkan buah kelapa.

“Tokoh adat tanah animha sangat tersinggung kepada orang gunung yang selalu datang mengganggu di tanah datar ini, sedangkan suku marind sendiri tidak ada yang pernah berbuat makar seperti mereka.

“Marilah kita bergandengan tangan membangun Bumi Animha dan menciptakan situasi yang sudah aman dan kondusif.

“Akhirnya saya menghimbau kepada masyarakat Merauke agar jangan mudah terhasut dan terprofokasi oleh berita-berita yang hoax, mengecek kembali kebenaran segala informasi yang diterima, bila menyebarkan berita hoax atau berita yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya maka dapat di jerat dengan ancaman pidana 6 tahun Penjara pada Pasal 45 ayat (1) UU No 11 Tahun 2008 sebagaimana yang disebut dalam Pasal 27 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Pewarta: Jamal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here