Hendrikus Rani Siga: Pembangunan RSK dan WSC Dapat Mendukung Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Foto: Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC), Hendrikus Rani Siga, S.Hut, M.Sc

Nabire – Pembangunan Resort Sowa Kwatisore (RSK) dan Pembangunan Whale Shark Center (WSC) Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, Papua diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendukung pembangunan wilayah Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Kabupaten Nabire – Papua.

Pembangunan RSK dan Pembangunan WSC di Distrik Yaur dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama tahun 2019 menelan anggaran sebesar Rp.33,5 Milyar. Sedangkan tahap kedua yang merupakan pengembangannya pada tahun 2020, menelan anggaran sebesar Rp.40 Milyar.

Saat dihubungi Tifa Cenderawasih melalui Percakapan Via Telfon Selular, pada Jum’at (29/01), Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC), Hendrikus Rani Siga, S.Hut, M.Sc, mengemukakan bahwa, sumber dana Pembangunan RSK dan WSC berikut pengembangannya berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Adapun sarana prasarana wisata yang dibangun pada tahap pertama tahun 2019 yaitu RSK (Kantor Pengelola, Home Stay, MCK, Kios Souvenir, Jalan Deck, Dermaga, Landscape dll), WSC (Bangunan Apung WSC). Sedangkan pengembangannya pada tahun 2020 RSK (Jembatan, Normalisasi Pantai, Normalisasi Sungai, Mess, Dapur, Home Stay, Ruang Pertemuan/Aula, Parkiran, Rehab Pos Jaga, dan Lain-lain).

“Selain Pekerjaan Fisik Konstruksi, anggaran tersebut digunakan juga untuk pengadaan barang perlengkapan dan peralatan bangunan RSK dan WSC berikut pengembangannya,” Terang Hendrikus Rani Siga, S,Hut, M.Sc.

Lanjut Hendrikus Rani Siga, S.Hut, M.Sc, “Kendati telah 100% pengerjaan pembangunan RSK dan WSC, pada tahun 2019, masih terdapat beberapa kekurangan seperti kerusakan – kerusakan pada beberapa bagian fisik bangunan dan telah kami instruksikan kepada pihak penyedia (kontraktor) untuk diperbaiki dan dibenahi, karena Pembangunan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan dan merupakan tanggung jawab pihak kontraktor.
“Jadi masih dalam proses pemeliharaan dan itu masih menjadi kewajiban daripada penyedia (Kontraktor).

“Pembangunan ini kan dilakukan di tahun 2019, dan praktis tidak ada kegiatan apa-apa di 2020 karena pandemic Covid-19 pada awal tahun 2020 sehingga pengerjaan kami hentikan sementara. Jedah waktu itu, menurut kami adalah force majeur dan kondisi alam juga sehingga mempengaruhi kondisi sarana yang sudah kami bangun,”Jelasnya.

Hendrikus Rani Siga menambahkan, bahwa pengembangan WSC “Pengembangan Pusat Sanctuary Hiu Paus” tahap kedua pada tahun 2020 terdapat penambahan volume (luasan) yang sebelumnya tiga ratus meter persegi kini menjadi seribu lebih meter persegi. Sedangkan untuk jangka waktu penyelesaian pekerjaan pengembangannya pada tahun 2020 oleh diperpanjang waktunya sampai dengan 15 Desember 2021 karena wabah Covid-19 sesuai surat Menteri Keuangan Nomor S-283/MK.08/2020 tanggal 9 April 2020 perihal Pelaksanaan Pembangunan Proyek melalui SBSN Dalam Situasi Darurat Bencana Wabah Covid-19.

Hadirnya RSK dan WSC berikut pengembangannya di Pantai Sowa Distrik Yaur Nabire diharapkan dapat membawa peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan yang dikerjakan dari sumber dana SBSN dari Sektor Lingkungan Hidup ini, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat dengan menyediakan sarana wisata dan sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, juga sebagai alternatif usaha bagi saudara-saudari kita, baik yang ada di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat,” Pungkasnya.

Pewarta: rk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here