Proyek Miliaran Diduga Asal Jadi, Alvian Mambrasar Desak Kapolda dan Kajati Papua Barat Periksa Krib Talug di Pantai Werur

TAMBRAUW – Proyek pengadaan pengaman krib talug pantai werur di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat, yang di kelola melalui instansi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Tambrauw, proyek tersebut di kerjakan oleh PT. Bangun Sagerat Mandiri pada bulan Oktober 2020.

Diketahui proyek milyaran rupiah yang di kerjakan baru tiga bulan lalu oleh kontraktor PT. Bangun Sagerat Mandiri, saat ini sudah rusak, retak dan berhamburan di sepanjang pantai werur kabupaten tambrauw. proyek talug pengamanan pantai werur seharusnya di kerjakan pada 19 Juni 2020 sesuai jadwal kontrak.

Salah satu pemuda asal kampung werur yang juga selaku pemilik Hak Ulayat pantai, Alvian Mambrasar saat di wawancarai Media ini pada Sabtu (16/01/2021) mengatakan, bahwa masyarakat selalu mengelu terkait abrasi pantai di kampung Werur.

Keinginan masyarakat proyek ini seharusnya di bangun dalam bentuk kubus atau pemecah ombak sehingga bisa menahan kecepatan harus air, sementara kegiatan proyek yang di bangun oleh BNPB kabupaten Tambrauw dalam bentuk talug yang dekat dengan bibir pantai tempat pemecah ombak.”ucap Alvian

lanjutnya, pada saat kegiatan proyek tersebut sedang di kerjakan oleh kontraktor sempat ambruk di terjang ombak, hal ini sempat meresahkan masyarakat di kampung Werur, masyarakat pun bertanya kenapa di bangun seperti ini, dan proyek ini sebelum di kerjakan harus sosialisasi kepada masyarakat atau kordinasi terlebih dahulu, karena yang tau persis kondisi pantai di kampung Werur  adalah masyarakat, belum cukup tiga bulan sampai saat ini, kondisi talug di pantai Werur sudah semakin rusak parah,

Meskipun proyek tersebut masih dalam masa pemeliharan, dan kontraktor sudah melakukan pengawasan terhadap proyek pengamanan talug di pantai werur, namun kondisi ombak yang begitu besar terus menghantam badan talug dan menggali tiang pancang,
Pihak kontraktor juga sudah kehabisan akal  dengan  cara apa mereka harus mengamankan talug tersebut dari terjangan ombak yang begitu besar.

Dampaknya sekarang pantai werur manjadi kotor di penuhi oleh serpihan material dari patahan talug  yang berhamburan di sepanjang pantai.

Dirinya bersama masyarakat di kampung Werur meminta kepada pihak Pemda Tambrauw melalui BNPB, kalau bisa di bangun kubus pemecah ombak, di bangun 100 meter ke laut agar bisa menahan kekuatan ombak, sehingga ada manfaat juga untuk destinasi wisata anak-anak dan juga bisa memberikan ruang bagi para nelayan untuk memarkir Perahu mereka dengan nyaman.

Harapannya Masyarakat kepada pihak terkait dalam hal ini penegak hukum Polda Papua Barat dan Kejaksaan tinggi (Kajati) Papua barat untuk segera turun memeriksa pekerjaan fisik talug pengamanan ombak di pantai werur kabupaten Tambrauw, yang di nilai tidak sesuai, dan dinilai proyek tersebut hanya menghambur-hambur uang Negara.

Pada waktu yang sama, wartawan Media ini sudah mencoba menghubungi kepala BNPB Kabupaten Tambrauw melalui SMS Via WhatsApp, maupun telpon selulernya, namun tidak ada respon balik dari kepala BNPB hingga berita ini Diturunkan.


Pewarta: (Jefri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here