Kendalikan Peredaran Narkoba, DD di Jemput Polisi di Lapas Kelas II B Nabire

TIFACENDERAWASIH.com, Nabire – Sudah Jatu Ketimpa Tangga, inilah yang di alami DD (46) Seorang Warga Binaan Yang menjalani Hukuman Selama 4 Tahun, namun baru 5 bulan menjalani Hukuman Akhibat Kasus Narkoba, DD kembali diduga melakukan Pengendalian peredaran narkoba dari Lapas kelas II B Nabire.

DD di Jemput satuan reserse (Satres) Narkoba Polres Nabire Pada Jum’at, 8 Januari 2021 Atas Dugaan Pengendalian Peredaran Narkoba diLapas Kelas II B Nabire, guna menjalani penyelidikan.

Saat di konfirmasi, PLH Lapas Kelas II B Nabire, Yakop Pasorong mengatakan, bahwa sebelumnya kami di datangi Satres Narkoba Polres Nabire terkait ada dugaan warga binaan kami Inisial DD (46) diduga melakukan Pengendalian peredaran Narkoba dari lapas ini.

Lanjut Pasorong, “DD sedang menjalani hukuman selama 4 Tahun penjara atas kasus Narkoba yang sudah di tetapkan oleh kejaksaan, namun kami dalam hal ini sama sekali tidak mengetahui jika DD melakukan pengendalian peredaran Narkoba dari Lapas. Sebab yang kami ketahui, yang bersangkutan tidak perna keluar dari lapas kelas 2 B Nabire,”Terang Pasorong.

Kepada Media Ini, Kapolres Nabire melalui Kasat Res Narkoba Iptu. Agus Suprayitno, S.Sos mengatakan, Pada taggal 2 januari 2021 kami melakukan penangkapan terhadap saudara RS. dari hasil introgasi, RS mengakui bahwa barang haram tersebut di dapatkan dari makasar namun di kendalikan oleh oknum warga binaan di lapas kelas II B Nabire yang berinisial DD.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan sekaligus hasil cek percakapan di Handphone tersangka baik melalui SMS, Whatsapp diketahui DD menguasai HP didalam lapas Kelas II B Nabire, dan disitu kami menemukan bukti Cating melalui Whatsapp, sms bahkan telfon, kami sudah bongkar semua, dan nanti kami tetapkan di laboratoriun forensik di makasar terkait percapkapan – percakapan di HandPhone tersebut untuk memastikan ketetapan Hukum. jika terbukti DD melakukan hal tersebut, kami menetapkan DD sebagai tersangka melalui gelar perkara, baik perkara internal maupun external.

“Kemarin DD masih ditetapkan sebagai saksi, namun penyidik telah mengambil kesimpulan, dan hari ini, DD kami sudah tetapkan sebagai tersangka. dan ancaman hukuman pidana paling renda 5 tahun Penjara dan paling lama 20 Tahun penjara, hal ini karena DD telah mengulangi perbuatan yang telah di lakukan sebelumnya,”tutup Iptu Agus.

(rk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here