Ketua WGAB Sangat Menyayangkan Guru Ditimika Gunakan Dana Bos Untuk Studi Banding

TIFACENDERAWASIH.com – Ketua LSM WGAB Provinsi Papua, Yerry Basri Mak sangat menyayangkan dalam masa pendemik covid-19 ada oknum guru di Kabupaten Timika memanfaatkan dana bos yang diberikan Pemerintah Pusat melalui kementerian pendidikan untuk studi banding.

“Dana BOS yang pemerintah pusat kucurkan ke sekolah untuk anak anak bisa beli pulsa untuk bisa belajar secara online dan juga bisa beli keperluan sekolah. Jadi, guru jangan salah gunakan dana bos itu, bisa di pidanakan mereka yang salah mengunakan dana bos,” kata Yerry saat ditemui awak media di rumah kopi, Jayapura, Rabu (7/1/2020).

Dirinya menuturkan bahwa dana BOS sudah di atur dalam Undang-Undang Tipikor dalam perkara pasal 2 ayat (1) UU Tipikor, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana penjara dengan penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000.00 (dua ratus juta rupia ).

Selaku ketua LSM WGAB Provinsi Papua yang gencar selalu berbicara masalah tindak pidana korporasi, Yerry meminta agar pihak Kepolisian dan Kejari memanggil para guru tersebut.

“Kasus dana BOS yang diduga digunakan guru-guru tersebut untuk studi banding, saya minta pihak kepolisian dan Kejari Timika harus cepat proses dan memangil mereka yang terlibat dalam kasus dana bos yang salah gunakan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here