Terkait Dugaan Tipikor Jalan Lingkar Waigeo, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari Desak Kapolda Papua Barat

TIFACENDERAWASIH.com – Diawal tahun 2021, sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat dan jajaran penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Jalan Lingkar Waigeo di Kabupaten Raja Ampat, Propinsi Papua Barat,”kata Yan Christian Warinussy, 03/01.

“Kasus ini sesuai laporan yang diterima LP3BH diduga terkait penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun anggaran 2013 senilai 33 Miliar rupiah,”ujarnya.

Warinussy menyebutkan bahwa proyek tersebut dikerjakan berdasarkan Kontrak Nomor 04/HK.02.03/LR4/PJN-II/PPK.07/2013 tertanggal 9 Januari 2013.

“Menurut data yang dihimpun oleh tim investigasi LP3BH diketahui bahwa dugaan keterlibatan oknum orang nomor 1 di Kabupaten Raja Ampat saat ini kuat dan bersama dengan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten “1000 Pulau” Raja Ampat tersebut,”terangnya.

Bahkan lanjutnya, kedua oknum pimpinan dan tokoh politik di Raja Ampat tersebut sudah berkali-kali dimintai keterangannya oleh penyidik Polda Papua Barat.

“Sehingga menjadi pertanyaan penting : apa gerangan faktor yang menyebabkan kasus dugaan Tipikor Jalan Lingkar Waigeo (JLW) tersebut belum juga ditindak-lanjuti oleh Kapolda Papua Barat saat ini Irjen Pol.Tornagogo Sihombing dan jajaran penyidik tipikornya .? Tanya Warinussy.

“Sebab dalam salah satu pernyataannya, mantan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol.Drs.Rudolf Alberth Rodja pernah menegaskan bahwa pihaknya (Polda PB) akan menindak tegas dugaan tipikor JLW ini, karena diduga kerugiaan negaranya mencapai nilai rupiah sangat fantastik dan cukup besar,” tandasnya.

“Kalau Pak Rodja bisa mengeluarkan pernyataan tegas seperti disaat Polda PB masih berstatus tipe B, masakan hal itu tak bisa dilakukan oleh Pak Sihombing di saat Polda PB sudah berstatus tipe A saat ini.?”timpanya.

Seyogyanya proses tambah Warinussy, pemeriksaan kasus dugaan Tipikor Jalan Lingkar Waigeo sudah bisa ditindak-lanjuti oleh penyidik Polda PB. Bahkan bisa meningkatkan statusnya menjadi ke tahap penyidikan dengan menetapkan tersangkanya.

“Jika benar dugaan adanya keterlibatan Bupati Raja Ampat sekalipun menurut saya tak perlu menjadi “faktor penghalang” bagi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir.Reksrimsus) Polda PB untuk maju dan meningkatkan tahapan pemeriksaan kasus Dugaan Tipikor JLW ini ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangkanya,”ujarnya.

“Saya mendesak Ketua Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) di Jakarta untuk terus mengawasi, mensupervisi hingga jika terkesan “sengaja ditutupi”, maka KPK bisa mengambil alih kasus dugaan Tipikor JLW tersebut,”tutupnya.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here