Terima Sanggahan Kabid Humas Polda Papua Barat, Simak Pernyataan Yan C. Warinussy

TIFACENDERAWASIH.com, Manokwari – Sebagai Advokat, saya telah menerima sanggahan dari Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengenai pernyataan saya di sejumlah media mengenai kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Sumiati Simanulang,”kata Yan Christian Warinussy, SH, (01/01).

Warinussy menyebutkan, Pak Erwindi keberatan karena menurut beliau bahwa kasus kematian tragis Sumiati Simanulang justru terjadi bukan pada saat Pak Erwindi menjabat sebagai Kapolres Manokwari.

“Tetapi saat itu jabatan Kapolres diemban oleh AKBP Dedy Four Milena. Saya telah meminta maaf atas kesalahan tersebut kepada Pak Erwindi via pesan di WhatsApp (WA).

“Dengan demikian menurut pandangan saya sudah selesai. Sedangkan mengenai kasus penganiayaan terhadap klien saya Ahmad Shodiq, yang diduga dilakukan oleh seorang pengusaha di Manokwari Dolok Panjaitan itu memang terjadi tahun 2018, saat Pak Adam sebagai Kapolres Manokwari,”terang Warinussy.

Hingga saat ini lanjutnya, secara resmi Polres Manokwari sama sekali belum menghentikan penyidikan kasus tersebut pasca Laporan Polisi Nomor : LP/17/I/2018/Papua Barat/SPKT I, tanggal 10 Januari 2018. Sesuai amanat pasal 109 ayat (2) dan ayat (3) Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maka Polres Manokwari dapat saja menghentikan penyidikan perkara klien saya Ahmad Shodiq tersebut.

“Sehingga pemenuhan asas keadilan dan persamaan di depan hukum. Bagaimanapun saya dan klien saya berpandangan bahwa kasus klien saya Ahmad Shodiq terjadi memang disaat Polres Manokwari masih dipimpin AKBP (kini Kombes Pol) Adam Erwindi,”ujar Warinussy.

“Sehingga inilah sebabnya kami terus mempertanyakan kenapa hingga dewasa ini Polres Manokwari belum menangkap dan memproses Dolok Panjaitan? Kenapa juga salah seorang anggota Brimob Polda Papua Barat yang diduga terlibat dalam melakukan terhadap klien saya pada Januari 2018 lalu belum pernah diproses hukum hingga saat ini,”tanya Warinussy.

Warinussy pun menimpa bahwa Apakah Dolok Panjaitan dan oknum anggota Brimob tersebut memiliki “kekebalan hukum”? Apakah di jaman Kapolres Manokwari masih dijabat oleh Kombes Adam Erwindi, kasus dugaan tindak pidana berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/17/I/2018/Papua Barat/SPKT I, tanggal 10 Januari 2020 sudah diberikan Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari?,”timpanya.

“Lalu apakah kasus penganiayaan terhadap klien saya Ahmad Shodiq ini sudah dihentikan penyidikannya? Kalau sudah dihentikan, apakah ada surat penghentian penyidikannya?,”ujarnya.

“Inilah sebabnya saya atas nama klien saya terus mempertanyakan, karena selepas menjabat sebagai Kapolres Manokwari, Pak Adam Erwindi justru terkesan “meninggalkan” kado pahit yang belum pernah diselesaikan secara hukum. Sementara karier beliau makin cemerlang hingga kini menduduki jabatan Kabid Humas Polda Papua Barat,”pungkas Warinussy.

(Richard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here