Jelang Akhir Tahun, Direktur LP3BH Manokwari Soroti Penanganan Perkara Pidana Menonjol di Polres Manokwari

TIFACENDERAWASIH.com, Manokwari – Diakhir tahun 2020, saya dalam kapasitas sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, hendak menyoroti Penanganan Perkara Pidana Menonjol di Polres Manokwari yaitu dugaan “pembunuhan berencana” terhadap tenaga honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Sumiati Simanullang,”kata Yan, 31/12.

Perkara kematian ibu muda tersebut sempat menyita perhatian publik di kota Manokwari dan kemudian “hilang” dan “sepi” bagai ditelan bumi.

“Kasus kematian Simanulang juga terjadi saat Kapolres Manokwari masih dijabat AKBP Adam Erwindi yang kini menjabat Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat,”jelasnya.

“Bahkan yang bersangkutan baru saja naik pangkat ke Komisaris Besar (Kombes) Polisi. Padahal di pundaknya masih “tergantung” 2 (dua) kasus besar yang belum selesai saat Polres Manokwari berada di bawah komandonya selaku Kapolres,”ungkapnya.

Pertama, lanjutnya, kasus dugaan penganiayaan (vide pasal 351 KUH Pidana) yang terjadi atas diri Ahmad Shodiq sekitar tahun 2018 dan telah dilaporkan dengan Laporan Polisi resmi. Namun hingga saat ini status dan nasib laporan tersebut tak secerah karier Adam Erwindi selaku seorang Perwira Polisi.

“Demikian juga kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan Sumiati Simanulang juga terjadi saat kursi Kapolres Manokwari masih diduduki Adam Erwindi. Kasus ini seperti “gelap” ketika Pak Adam meninggalkan Polres Manokwari hingga kembali ” terang” saat beliau dipercayakan sebagai Kabid Humas Polda Papua Barat,”ujarnya.

Warinussy menyebutkan, Itupun baru satu orang berinisial DI yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan hingga jelang tutup tahun 2020 ini, berkas perkara tersangka DI masih “bolak balik” dari Jalan Bhayangkara No.1 Roudi, Manokwari (Polres Manokwari) ke Jalan Pahlawan, Manokwari (Kantor Kejari Manokwari),” tandasnya.

“Statusnya masih P-16, atau petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mesti dipenuhi penyidik sesuai ketentuan pasal 107 ayat (3) Jo pasal 110 ayat (1), ayat (2), ayat (3) UU No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),”timpanya.

“Beban yang ditinggalkan Pak Adam akhirnya menjadi tanggung jawab Kapolres Manokwari saat ini bersama Kasat Reskrimnya yang masih dijabat AKP Musa Jedi Permana. Memasuki tahun baru 2021, seyogyanya ada kejelasan kepada publik mengenai perkara klien saya Ahmad Shodiq sesuai ketentuan pasal 109 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP. Serta semakin jelas arah dari penyidikan kasus kematian Sumiati Simanulang,”tutup Warinussy.

(Richard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here