Jelang Akhir Tahun 2020, Warinussy: Beberapa Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kiranya Menjadi Atensi Kajati PB

TIFACENDERAWASIH.com – Menjelang akhir tahun 2020, sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya hendak mengingatkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat agar tetap memberi perhatian (atensi) terhadap penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pemerintah provinsi Papua Barat untuk pembangunan rumah ibadah, yayasan dan fakultas serta kegiatan kemahasiswaan Universitas Papua Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai 598 Miliar rupiah,”kata Yan Warinussy, SH.

Warinussy menyebutkan, sejauh yang diberitakan oleh media online Jujur Bicara (Jubi) tanggal 9 September 2020 bahwa Kejati PB telah memeriksa dan mendengar keterangan dari sekitar 8 (delapan) orang saksi.

“Sedangkan yang diperlukan oleh Tim penyelidik Kejati PB adalah para penanggung jawab lembaga/organisasi penerima hibah. Rata-rata mereka berdomisili di luar Manokwari, seperti di Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni, Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat. Bahkan ada yang berdomisili di Jayapura,”beber Warinussy.

Berdasarkan penghitungan bahwa dari total nilai proyek 598 Miliar rupiah, kerugian negara ditaksir berkisar 68 Miliar rupiah.

“Nilai yang sangat fantastik di Papua Barat. Dana hibah TA 2018 yang dikelola di bawah salah satu Biro di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat,”ujarnya.

Dana hibah tersebut lanjut Yan, diperuntukkan bagi kegiatan organisasi kemahasiswaan UNIPA. Serta pembentukan fakultas bidang pendidikan pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Juga untuk pembangunan rumah ibadah di sektor keagamaan. Dan keberlangsungan yayasan.

“Menurut data yang diperoleh Tim Investigasi LP3BH Manokwari, terdapat sekitar 2.876 buah proposal Papua Barat, tapi hanya direalisasi sekitar 65 persen, sedangkan 35 persen sisanya hanya bersifat fiktif belaka,”ungkap Warinussy.

Sehingga ini tambahnya, bisa dijadikan sebagai bukti kuat bagi penyelidik Kejati PB untuk dapat menaikkan status penyelidikan ke penyidikan sekaligus menetapkan tersangkanya di awal tahun 2021 mendatang.

“Sebagai salah satu Penerima Penghargaan dari Korps Adhyaksa, saya mendesak Kajati PB untuk tidak segan-segan segera menetapkan tersangka dugaan Tipikor Dana Hibah pemprov PB bidang kemahasiswaan dan keagamaan TA 2018 di bulan Januari 2021,”pungkas Warinussy.

(Richard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here