BKNI RI Laksanakan Giat Pengadaan dan Pembayaran Lahan

TIFACENDERAWASIH.com – Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) Republik Indonesia (RI) melaksanakan kegiatan pengadaan dan pembayaran lahan seluas 9 Hakter, lahan tersebut diperuntukan bagi pembangunan fasilitas kesehatan dan perawatan lanjutan usia berbasis wisata dan ekologi.

Kegiatan yang dilaksanakan sehari ini dihadiri oleh Ketua Presidium BKNI-RI Raden Mas Tri Haryono, Sekjen Edy Kawab, para Tokoh Adat beserta, mitra kerja lainnya.

Ketua Presidium BKNI-RI,
Raden Mas Tri Haryono mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk percepatan pembebasan lahan dan pembayaran.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah percepatan pembebasan lahan dan pembayaran yang terletak di Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Mappi. Semoga kedepannya tidak ada hambatan dan bisa berjalan dengan lancar,” kata Tri kepada awak media disalah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat.

Tri menuturkan, jika data semua sudah masuk ke accounting, tahap selanjutnya adalah pembayaran lahan, setelah pembayaran lahan maka masuk pada percepatan pembangunan konstruksi.

“Pada tahap ini, kita minta kepada para mitra untuk mempersiapkan segala sesuatu, termasuk SDM, karena anggaran yang ada cukup besar dan sudah barang tentu ada pengawasan, dan pengawasan yang ada bersifat internasional, karena BKNI-RI di dalamnya ada 209 Negara,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar Indonesia benar-benar menjadi Negara yang di kagumi oleh dunia Internasional dan kesejahteraan generasi kedepan dapat menjadi kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Makanya program yang ada ini harus diseriusi, jangan dimain-mainkan karena program ini mengandung berbagai unsur, baik kemanusiaan, pembangunan serta unsur penguatan SDM kedepannya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur dari PT Klarian Karya Mandiri, Tulastus Batara Rante Toding kepada awak media menyampaikan, bahwa persiapan yang ada terkait dengan proyek tersebut sudah dipersiapkan.

“Jauh-jauh hari kita sudah persiapkan apa yang akan kita lakukan, kita selalu berkoordinasi dengan tim BKNI-RI yang ada di Sorong maupun di Pusat terkait dengan apa-apa saja yang akan kita persiapkan dan laksanakan,” terangnya.

Dikatakan dia, proyek ini sendiri sifatnya penunjukan langsung, dimana kita mengikuti sesuai prosedur atau mekanismenya.

“Kita mengikuti prosedur dari BKNI-RI dimana proyek ini merupakan penunjukan langsung, dan untuk saat ini kita mendapatkan proyek di dua lokasi yaitu di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan,” tutup Tulastus.

(Richard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here