Hari Anti Korupsi, Ini Kata Warinussy

TIFACENDERAWASIH.com – Menjelang peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, 9 Desember, saya sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari memberi catatan agar rakyat di Tanah Papua menyadari partisipasinya dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi sebagai diatur dalam ketentuan pasal 41 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”kata Yan. 08/12.

Disisi lain, saya memberi apresiasi dan penghormatan serta turut berbelasungkawa atas wafatnya Jaksa Senior M.Yusuf, SH, MH mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat pertama.

Kendatipun almarhum telah pergi ke Alam Baka, tetapi karyanya dalam melertakkan fondasi yang kokoh dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Wilayah Papua Barat sangat luar biasa dan patut diapresiasi.

“Adanya penyelidikan hingga kini penyidikan bahkan pra penuntutan terhadap sejumlah kasus besar Tindak Pidana Korupsi di Papua Barat adalah dimulai semasa hidup Pak Yusuf selaku Kajati Papua Barat,”ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, jika Kajati Papua Barat sekarang Wilhelmus Lingitubun membawa berkas dan tersangka Dugaan Tindak Pidan Korupsi Dana Pembangunan Kantor Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat. Menurut saya sebagai Advokat berlatar belakang hukum pidana agar proses hukumnya tidak saja berhenti di tersangka MH yang telah dilimpahkan berkasnya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat dan akan dibawa ke Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Kelas II Manokwari. Jika benar ada pihak ketiga dari kalangan swasta yang diduga terlibat, maka sebaiknya segera dikembangkan penyidikannya dan dipanggil untuk dimintai bertanggung-jawab. Apalagi jika terduganya memiliki latar belakang politik selalu pimpinan partai politik di Papua Barat.

“Karena kecenderungan keterlibatan aktivis parpol dalam berbagai dugaan tindak pidana korupsi kian marak akhir-akhir ini. Sebagai contoh Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) telah menangkap dan menetapkan sebagai tersangka serta menahan 2 (dua) menteri dari Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’aruf Amin,” sebutnya.

Tambahnya,beberapa perkara lain seperti dugaan tindak pidana korupsi pengadaan septic tank individual di Kabupaten Raja Ampat. Juga kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah di Pemerintah Provinsi Papua Barat. Lalu dugaan tindak pidana korupsi di Sekretariat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat. Serta dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan hibah Papua Barat Televisi (Papua Barat TV).

Tema besar peringatan Hari Anti Korupsi Internasional Tahun 2020 adalah Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Anti Korupsi.

“Setidaknya ada 4 (empat) pejabat tinggi di Indonesia telah ditangkap KPK jelang 9 Desember 2020. Seyogyanya langkah KPK ini membuat para Bupati/Walikota di Papua Barat dan pejabat publik lebih berhati-hati dan bekerja sesuai prosedur dan mekanisme administrasi yang berdasar hukum, demi menghindari terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan penyelewengan keuangan yang memenuhi syarat terjadinya tindak pidana korupsi,”pungkasnya.

Dirgahayu Hari Anti Korupsi Se Dunia, Stop Korupsi, Negara Maju!.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here