Beredar Video Tudingan Politik Uang, Steven Abraham: Saya Giring Kasus Ini Kemeja Hijau

TIFACENDERAWASIH.com, Merauke – Menanggapi dengan beredarnya video dugaan politik uang yang dimainkan oleh Steven Abraham selaku salah satu pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Merauke nomor urut 1 Hendrikus Mahuse dan Edy Santosa, pria yang biasa disapa “Ayau” akan membawa kasus tersebut ke meja hijau.

Steven Abraham menjelaskan, bahwa uang yang diberikan kepada kawan lama yang kini telah bergabung ke tim paslon momor 03 bukan untuk membeli suara.

“kronologi singkat, pada saat itu kita ada duduk 7 orang, saya langsung sampaikn bahwa pak Arif saya datang kesini untuk mengajak pak Arif yang juga kawan lama saya untuk bergabung mendukung paslon 01 dan pak Arif sendiri menyetujui itu untuk bergabung ke 01. Pak Arif sempat menanyakan dia akan bergabung di tim yang mana, saya bilang kamu gabung dengan saya karena kamu orang lama saya, ini sudah masuk masa tenang jadi tidak bisa masuk di tim HERMES sendiri,” aku Ayau melalui telepon selulernya, Senin (7/12).

Mantan ketua DPR tersebut melanjutkan, “Dirinya meminta ke orang lamanya untuk membantu kinerjanya guna memenangkan HERMES 01 .

“Saya kasi dana operasional untuk menunjang pekerjaan yang nantinya akan dijalankan, dan saya sampaikan dengan tegas pada saat itu bahwa uang yang saya berikan bukan untuk membeli suara, dan si arif ini menjawab dia siap melaksankan karena ada beberapa kampung yang arif sudah pegang suaranya, dengan adanya percakapan itu berartikan tidak ada unsur bahwa saya memaksa dia,”tegasnya.

Selang beberapa jam setelah pertemuan Ayau bersama Arif, muncul video yang mengatakan bahwa Ayau mendatangi Arif dengan membawa uang 5 juta rupiah dan 1 dus korek api yang berlebelkan HERMES. Dengan munculnya video tersebut, Ayau merasa dirugikan dan akan membawanya sampai ke meja hijau.

“Yang saya bingungkan itu begini, spertinya video yang dibuatnya itu dalam keadaan tekanan, karena tadinya awal kita ketemu posisinya dia memakai baju paslon lain ketika saya datang dia langsung meminta ijin untuk melepas baju tersebut. Kalau dia memang betul mendukung paslon lain pastinya dia tidak akan membuka baju yang dia kenakan. Untuk penerimaan uang ada saksi 2 orang pada waktu itu, jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak memaksa dan kasus ini akan saya buat laporan polisi karena sudah mencemarkan nama baik saya,” tutup Ayau seraya berharap kasus yang sempat dimuat disalah satu media yang mengindikasikan bahwa dirinya melakukan pemaksaan agar segera mengklarifikasi hal itu.

“Ini harus kita ungkap agar masyarakat tahu mana yang benar dan mana yang melakukan segala macam cara untuk menang”. Tutup Ayau.

(JYB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here