HERMES Dilarang Masuk Kimam, Dominikus: Jangan Main Sistem Todong Orang

TIFACENDERAWASIH.com – Mendengar adanya isu bahwa rombongan calon bupati dan wakil bupati kabupeten Merauke nomor urut satu Hendrikus Mahuse dan Edy Santosa tidak boleh masuk ke kampung Kimam distrik Kimam kabupaten Merauke untuk berkampanye, ketua harian partai Goongan Karya Merauke Dominikus Ulukyanan angkat biara.

Dirinya merasa geram sebab kandidat nomor urut 1 yang di usung oleh partainya itu dilarang memasuki zona kampanye yang audah dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Merauke.

“siapa yang mau usir, tidak usah bawa-bawa isu yang omong kosong, berilah pendidikan politik yang benar. Jangan main sistem todong orang, kita jalan ini sesuai ijin resmi dan tidak melanggar aturan NKRI,” kata Dominikus di kamoung Kimam. Rabu, (2/12).

Pria yang sekaligus menjabat wakil ketua DPR itu menjelaskan kedatangan dirinya bersama paslon nomor urut 1 tidak melanggar aturan KPU dan pancasila.
Setiap wilayah yang ada di kabupaten Merauke noleh dikunjungi setiap paslon sebab masing-masing paslon sudah diberikan jadwal dan aturan itu wajib diikuti.

“tidak usahlah kita saling baku marah, masing sampaikan visi misi yang baik supaya masyarakat dapat menilai mana yang bisa jadi bupati dan tidak tipu masyarakat. Sebenarnya urus msalah ini gampang sekali, td dari pihak berwajib telepon tanya saya bgaimana kalau betul dilarang masuk akan kita proses, tapi saya bilang tidak usah ini hanya isu dari orang yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Dominikus sangat menyayangkan dengan adanya isu tersebut, sebab rombingan yang ia pimpin dilarang memasuki tanah kelahirannya sendiri.

“saya lahir di sini (kimam) saya punya mama perempuan kanum, jadi tidak usah sebar pendidkan politik yang tidak terpuji, mari kita sama-sama bangun tanah ini karena dari masyarakatlah kita dapat makan,”tutupnya.

(JYB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here