Kawasan Tengah Papua Sebagai Ladang Pelanggaran HAM

Oleh: Yan Christian Warinussy,SH.

TIFACENDERAWASIH.com – Semakin pantas Tanah Papua, khususnya kawasan pegunungan tengah dijuluki sebagai “Ladang Pelanggaran HAM” warga sipil Papua.

Itu setelah adanya dugaan penembakan terhadap 5 (lima) warga sipil yang diduga menewaskan 4 (empat) orang diantaranya.

Kelima warga sipil tersebut diduga keras tewas akibat ditembak secara membabi buta oleh aparat keamanan TNI di wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Kelimanya adalah : 1.Atanius Murib (18), seorang siswa kelas III SMK I Ilaga, Kab.Puncak yang mati; 2.Manus Murib (18), Siswa kelas III SMA I Ilaga, Kabupaten Puncak yang dilarikan ke RS Timika untuk dirawat; 3.Akis Alom (34) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Puncak, korban mati; 4.Wenus Wenda (13) tahun, murid kelas VI SD YPPK Katolik Mundirok, kampung Yaiki, Distrik Gome Utara, Kabupaten Puncak yang diduga mati; serta 5.Gopenus Tabuni (19), siswa kelas III SMA Negeri I Ilaga, Kab.Puncak yang diduga mati.

Hingga saat ini belum diperoleh penjelasan apa penyebab, sehingga warga sipil tidak berdosa tersebut dibunuh secara sadis.

Dugaan keluarga korban bahwa pelakunya adalah anggota TNI.

Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia untuk segera melakukan langkah penyelidikan atas peristiwa di Kabupaten Ilaga, Papua tersebut.

Langkah penyelidikan dapat dilakukan berdasarkan kewenangan hukum Komnas HAM RI di dalam UU RI No.26 Tahun 2001.

Sebagai Advokat Pembela HAM peraih Penghargaan Internasional John Humphrey Freedom Award tahun 2005, saya meminta Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri memberi akses bagi Komnas HAM RI agar dapat menyelidiki kasus dugaan pelanggaran HAM Berat di Kabupaten Ilaga, Provinsi Papua tersebut menurut hukum.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here