Warinussy Apresiasi SE-3/E/Ejp/11/2020 dari Kejaksaan Agung

TIFACENDERAWASIH.com – Sebagai Advokat yang juga adalah Pejabat Penegak Hukum berdasarkan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, saya menyambut baik lahirnya Surat Edaran Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : SE-3/E/Ejp/11/2020, tanggal 19 November 2020 tentang Petunjuk Jaksa (P-19) Tahap Pra Penuntutan dilakukan 1 kali dalam Penanganan Perkara Pidana Umum,”kata Yan Christian Warinussy, (24/11).

“Lahirnya edaran ini sekaligus memangkas birokrasi dalam proses penangan perkara pidana yang seringkali “dimanfaatkan” untuk memperlambat proses penegakan hukum antara institusi penyidik dengan penuntut umum,”sebutnya.

“Sebagai disampaikan bahwa dengan lahirnya surat edaran tanggal 19 November 2020 ini, maka dalam upaya pengusutan perkara pidana seperti dugaan pembunuhan atas diri mantan staf honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Sumiati Simanullang dari Polres Manokwari harus mengikutinya.

“Dimana pemberian P-19 oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manokwari melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) hanya sekali saja dan tidak boleh dilakukan berkali-kali lagi,”terangnya.

“Jika penyidik Polres Manokwari belum memenuhi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) berdasarkan P-19 belum lama ini, maka JPU dapat mengembalikan berkas perkara dugaan tindak pidana pembunuhan Sumiati Simanullang kepada penyidik Polres Manokwari,”ujar Warinussy

“Termasuk segenap kewenangannya sesuai perintah Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),”pungkas Warinussy.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here