LSM WGAB Desak KNKT Ungkap Penyebab Tragedi Kecelakaan Helikopter dan Pesawat di Bayabiru, ” Diduga Kuat Ada Pelanggaran Didalamnya”.

TIFACENDERAWASIH.com – Setiap Kejadian Kecelakaan Transportasi baik transportasi Laut, Darat dan Udara tentunya tidak lepas daripada sebab akhibat sehingga terjadinya sebuah kecelakan. diketahui sampai saat ini tragedi Helikopter PK-USS Milik PT. NUH
pada kamis, 17 September 2020
dan Pesawat PK-RWR Type PAC 750 AOC TARIKU yang tergelincir di Bayabiru pada kamis, 15 Oktober 2020.

Belum diketahui oleh publik terkait apa penyebab tragedi tersebut, hal ini di sampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua Yerri Basri Mak. SH, di Jayapura. Jum’at, (20/11/20).

Menanggapi hal tersebut, Yerri mengatakan, “Guna mengunggkap Penyebab dari sebuah kecelakaan tranportasi, tentunya sudah menjadi tugas pokok Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang diketahui adalah sebuah lembaga Pemerintahan nonstruktural Indonesia yang melaksanakan tugas dan fungsi investigasi kecelakaan transportasi yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 1999.
Komisi ini bertanggung jawab untuk melakukan investigasi atas kecelakaan transportasi baik darat, laut maupun udara kemudian memberikan usulan-usulan perbaikan agar kecelakaan yang sama tidak lagi terjadi pada masa depan.

Kepada Media Tifa Cenderawasih, Ketua LSM WGAB Provinsi Papua, Yerri Basri Mak Mendesak KNKT untuk segera mengungkap Penyebab teagedi Helikopter PK – USS Milik PT. NUH pada kamis, 17 September 2020 dan Pesawat Pesawat PK-RWR Type PAC 750, AOC TARIKU yang Tergelincir di lapangan terbang (Lapter) Bayabiru pada kamis 15 Oktober 2020 lalu.

“Sebab kita mengingat kembali terkait Tragedi Helikopter PK – USS Milik PT NUH, serta tergelincirnya Pesawat PK-RWR Type PAC 750, AOC TARIKU di Bayabiru yang ada hanya sebuah informasi tentang tragedi kecelakaan di media massa, namun sampai sejauh ini secara resmi Pihak KNKT belum merilis penyebab dari tragedi tersebut, meski badan pesawat dan helikopter tersebut sampai sejauh ini masih berada di tempat kejadian perkara (TKP)” Ungkap Yeri.

“Maka itu, Kami berharap agar pihak KNKT harus tuntas dalan menyelesaikan tanggungjawab serta bisa memberikan informasi terkait penyebab dari tragedi tersebut agar Masyarakat Paham. hal ini tentunya dapat membangun kepercayaan dan menjamin kenyamanan pengguna jasa transportasi udara,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim investigasi LSM WGAB dari para pengusaha, sekaligus pengguna Jasa penerbangan di Nabire ke pesisir kali Degeuwo Bayabiru Kabupaten Paniai, tragedi tersebut ada dugaan kuat terjadi akibat para pekerja atau yang biasanya disebut “anak loding” yang bertugas sebagai pemuat dan mengatur barang kedalam pesawat maupun Helikopter yang dimaksutkan diduga kuat sering melebihkan muatan melalui apa yang di sebut (tentengan).

“Hal itu tentunya diduga kuat menjadi penyebab kelebihan muatan (Overload) hingga terjadi tragedi, diduga kuat hal itu dilakukan demi mencari keuntungan diluar dari pada pendapatan mereka” ungkapnya.

Kepada Media Ini, Seorang pengguna jasa penerbangan Helikopter yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, bahwa jika barang sudah cukup dari kapasitas muatan, anak Loding sering menawarkan tambahan barang (tentengan) dengan harga jasa yang Jauh lebih murah dari Harga pada umumnya,” bebernya.

Yerri kembali mengatakan, Pengguna atau yang menyewa pesawat PK- PWR Tipe PAC 750, AOC TARIKU yang mengangkut sembako hingga tergelincir di Lapter Bayabiru adalah pemilik Helikopter PK.USS yang ber-AOC PT. NUH yang juga di kenal seorang pengusaha yang menopoli penerbangan Helikopter dari Nabire, KM 100 Siriwo hingga kewilayah pesisir kali Degeuwo – Paniai.

“Kami Berharap agar KNKT segera mengungkap kasus kecelakaan tersebut dan menindak tegas jika terbukti ada hal-hal menyalahi aturan yang mengakibatkan tragedi tersebut.

Yerri berharap agar kedepan tidak adalagi tragedi serupa yang hanya diakibatkan oleh kecerobohan manusia. “Semoga kedepan tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelayanan transportasi udara di seputaran wilayah pesisir kali Degeuwo,”tandas Yerri.

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here