Yan Christian Warinussy: Heran Dengan Tindakan Penangkapan Oleh Polisi Terhadap MRP

TIFACENDERAWASIH.com – Sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia di Tanah Papua, Yan Christian Warinusssy merasa heran setelah menyaksikan dan menerima informasi adanya tindakan penangkapan yang diduga keras dilakukan oleh aparat Polres Merauke atas perintah Kapolres terhadap sejumlah warga masyarakat anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Wilayah Anim Ha atau Ha Anim serta sejumlah pegawai Sekretariat Majelis (Seklis) MRP di Merauke, Selasa (17/11/2020).

“Tindakan Kapolres Merauke yang tentu diketahui oleh Kapolda Papua adalah tindakan arogansi kekuasan dan memalukan bagi sesama institusi negara (Polri dan MRP),” katanya Yan Christian Warinussy.

Dikatakan dia, bahwa Polri didirikan berdasarkan UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Polri. Sedangkan MRP adalah institusi resmi negara yang didirikan berdasarkan amanat pasal 19-25 dari UU RI No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

“Jika Polres Merauke bertolak dari isi maklumat Kapolda Papua untuk melakukan tindakan penangkapan hari ini di Polres Merauke, maka itu sangat disayangkan dan cenderung memalukan institusi resmi MRP sendiri,” ujarnya.

Bagi dia, ini juga merupakan bentuk tindakan menghalang-halangi MRP menjalankan tugas, wewenangnya sesuai amanat UU Otsus Papua dan Papua Barat.

“Oleh sebab itu, saya meminta Presiden Republik Indonesia melalui Kapolri segera mengambil tindakan mengganti Kapolda Papua beserta Kapolres Jayawijaya dan Kapolres Merauke dalam waktu dekat ini,” tegas Yan.

Menurut dia, “tindakan ketiga pejabat tersebut sangat mencoreng nama baik lembaga MRP yang mulia sesuai amanat UUD 1945 dan UU No. 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua serta Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 Tentang Pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP),” tutupnya.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here