Waduh…! Diduga ada 6 Sarang PSK di Dogiyai, Bupati: Jangan Ada Usaha Jual Kelamin

Foto Ilustrasi

TIFACENDERAWASIH.com – Sebelumnya diketahui bahwa pada Pekan lalu Bupati Dogiyai Yakobus Odiyaipai Dumupa,
telah turun langsung menggerebek sebuah tempat yang diduga dijadikan penampungan wanita PSK terselubung di Moenamani, Kabupaten Dogiyai- Papua.

Kali ini, setelah menerimah laporan Warga yang membongkar sejumlah tempat hiburan plus penampung para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kini sedang bergiat di Moanemani, tentunya pemda setempat akan melakukan penggerebekan kebeberapa tempat lainnya.

Saat dikonfirmasi, senin, (16/11), Seorang Pemilik tempat hiburan malam yang tidak ingin di sebutkan namanya, kepada Media ini mengakui, bahwa “Bukan yang di gerebek kemarin saja, dan bukan hanya saya juga berusaha seperti itu di Moenamani, selain saya maupun yang sudah di gerebek oleh bapak bupati, masih ada 5 tempat lainnya yang beroperasi sejak lama di moenamani.

“Yang di gerebek itu baru saja berjalan kurang lebih tiga bulan, sedangkan yang lainnya sudah berjalan tahunan usaha seperti itu di Moenamani,”tuturnya.

Masih lanjut oknum diduga pemilik tempat hiburan malam di moenamani mengakui nama – nama pemilik Usaha THM yang diduga menampung diduga PSK yaitu tempat hiburan milik Nindi, Abai, Gun, Sinta, Acong, dan Bunda Key semuanya beroperasi di kota Moenamani.

Lantaran itu, salah satu warga keberatan jika hanya satu tempat saja di grebek dan di perintahkan tinggalkan Dogiyai, sedangkan yang lain tidak. tentunya terkesan tebang pilih.
Pemkab Dogiyai seharusnya tidak tembang pilih ya, kerena kegiatan usaha yang sama juga dilakukan oleh ke 6 tempat hiburan lainnya. Jika satu tempat ditutup, maka 6 tempat lainnya juga di tutup,”ungkap warga yang juga tidak ingin disebutkan namanya.

Bupati Dogiyai, Yakobus Odiyaipai Dumupa membantah adanya tebang pilih dalam penutupan tempat hiburan plus seks komersial.

“Tidak ada tebang pilih dan semuanya akan di tutup. Jangan ada lagi kegiatan prostitusi dalam wilayah kabupaten Dogiyai,pungkas Bupati Dumupa, kepada wartawan via chat whastapp. Selasa, (17/11/20).

Bupati Dumupa menyampaikan, terima kasih kepada warga yang telah memberikan informasih tentang semua tempat protitusi kepada khalak umum terutama kepada Pemkab Dogiyai. Pasalnya Ia tak mengetahui tempat-tempat protitusi itu ada di kabupaten Dogiyai.

Kami tidak tahu, sebanyak itu ada di Moanemani. Kami tahu hanya satu itu saja karena itu juga ada di pinggir jalan raya. Tetapi saya berterima kasih kepada warga karena bisa membuka semua tempat kegiatan amoral ini kepada publik dan terutama kepada Pemda.Kami akan tutup semua dan pulangkan semua ke tanah asal,”sahutnya.

Ditegaskan Bupati, Jangan ada usaha cari makan di Kabupaten Dogiyai dengan berjualan alat kelamin. Apalagi usaha itu didirikan secara ilegal tanpa ada laporan dan izin dari pemerintah Kabupaten Dogiyai.

Siapapun yang membuka usaha ini segera berhenti dan meninggalkan Kabupaten Dogiyai. Saya tiba di Dogiyai 6 tempat kegiatan amoral itu saya akan tutup dan pulangkan mereka ke tanah asal,”tegas Bupati Dumupa.

(EY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here