Sidang Tata Usaha Negara Gugatan Vincentius Baru Kembali Digelar

TIFACENDERAWASIH.com – Sidang perkara gugatan Tata Usaha Negara Nomor 42/G/2020/PTUN. Jap yang mengadili gugatan Vincentius Baru dan kawan-kawan melawan Panitia Seleksi Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPRPB) Melalui Mekanisme Pengangkatan Periode 2019-2024.

Persidangan yang dipimpin hakim ketua, Yusuf Klemen, SH tersebut beragendakan penyampaian jawaban tertulis dari tergugat. Karena Pansel sejatinya sudah “bubar”, maka posisinya diwakili.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura, Selasa (10/11/2020), hadir pula pihak tergugat intervensi yang diwakili advokat Yohanes Gewab.

Jawaban tergugat berisi eksepsi (tangkisan) dan jawaban yang pada dasarnya menyatakan bahwa objek sengket tata usaha negara (TUN) yang dipersoalkan para penggugat sebetulnya belum memenuhi ketentuan sebagai dimaksud dalam amanat pasal 1 angka 9 UU RI No.51 Tahun 2009 tentang perubahan kedua UU No. 5 Tahun 2008 tentang peradilan tata usaha Negara.

Yan Christian Warinussy menuturkan, keputusan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota DPRPB Melalaui Mekanisme Pengangkatan Periode 2019-2024 Nomor : 15/K-P/2020 tentang penetapan calon anggota DPRPB dan calon pergantian antar waktu Per dapeng anggota DPRPB melalui mekanisme Pengangkatan Periode 2019-2024 tanggal 5 Juli 2020 dan lampiran keputusan panitia seleksi calon anggota DPRPB melalui mekanisme
pengangkatan 2029-2024.

“Karena objek sengketa TUN tersebut belum bersifat final dan masih memerlukan persetujuan dari pejabat TUN lainnya. Hal ini mana terbukti kini ke-11 anggota DPRPB melalui mekanisme pengangkatan telah diambil sumpahnya oleh ketua pengadilan tinggi (PT) Jayapura pada Selasa, 5/11,” jelas Yan.

Bahkan dia mengatakan, Ke-11 anggota DPRPB hasil seleksi oleh tergugat sudah diresmikan pelantikannya oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) dengan surat keputusan No.
161.92-3763 Tahun 2020 tentang peresmian pengangkatan anggota DPRPB melalui mekanisme pengangkatan sisa masa jabatan tahun 2019-2024.

“Hal ini tergugat sampaikan dalam dalil jawaban dan permohonan (petitum) kepada Majelis Hakim TUN yang dipimpin hakim Klemen tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, sidang ditunda hingga Selasa, 17/11 Minggu depan dengan agenda mendengar dan menerima penyampaian tanggapan balik (replik) penggugat diwakili kuasanya Advokat Ana Rita Yocelina Ohee, SH. turut hadir juga salah satu penggugat yaitu, Sahaji Refideso.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here