Dua Orang Terdakwa Kasus Pembunuhan Anggota Brimob Dituntut 8 dan 10 Tahun

TIFACENDERAWASIH.com – Sidang perkara pidana dugaan pembunuhan anggota Brimob Bripka Mesak Viktor Pulung pada 15 April 2020 di Base camp PT. Wana Galang Utam (WGU) Kabupaten Teluk Bintuni dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, (06/11).

Dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra, PN Manokwari tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Piter Louw, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Teluk Bintuni menghadapkan Terdakwa Frans Aisnak (32) dan Terdakwa Pontius Wakom (26).

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Sonny Blegoer Laoemoery, SH tersebut, JPU Piter Louw membacakan surat tuntutan (requisitoir) terhadap kedua terdakwa secara bergantian, masing-masing setebal 13 halaman tanpa nomor halaman.

Dalam hal ini, Yan C Warinussy mengatakan, bahwa terdapat kesalahan pengetikan pada angka Romawi I huruf A besar mengenai identitas kedua terdakwa yang dicantumkan berdasarkan surat penetapan Hakim Pengadilan Negeri Merauke Nomor : 152/Pid.B/2020/PN Manokwari dan seterusnya pada surat tuntutan atas nama Terdakwa Frans Aisnak.

“JPU Piter Louw nampak membaca surat tuntutannya dengan raut muka amat emosi, sambil sesekali menatap Terdakwa Frans Aisnak di hadapannya,”kata Warunussy.

Sebut Warinussy, Jaksa Louw menyatakan Terdakwa Frans Aisnak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 340 KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-KUHP dalam dakwaan Kesatu Primair. sehingga, Jaksa Louw menuntut agar majelis hakim PN Manokwari menjatuhkan pidana terhadap diri Terdakwa Frans Aisnak dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dikurangi masa penahanan selama Terdakwa ditahan.

“Sementara terhadap Terdakwa Pontius Wakom, Jaksa Louw menuntutnya terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana menurut amanat pasal 340 KUH Pidana. Sehingga, JPU Pieter Louw menuntut agar dia Terdakwa Pontius Wakom dijatuhi pidana selama 10 tahun dikurangi masa penahanan selama Terdakwa ditahan.

Kedua Terdakwa juga dituntut agar dijatuhi hukuman membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp.3.000,- (Tiga ribu rupiah).

Atas tuntutan ini, kedua Terdakwa melalui Tim Penasihat Hukum (PH) nya Advokat Yan Christian Warinussy dan Advokat Karel Sineri mohon waktu selama seminggu ke depan hingga Jum’at, 13/11 untuk menyampaikan Nota Pembelaan (pledoi) secara tertulis atas nama kedua Terdakwa Frans Aisnak dan Pontius Wakom.

“Kita mohon waktu 1 minggu untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi),”pungkas Warinussy.

(Richard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here