PN Manokwari Menangkan PT. VBM atas Gugatan Perlawanan PT. MPHS

TIFACENDERAWASIH.com – Pengadilan Negeri Manokwari memenangkan PT. Visiatama Bangun Megah (VBM) atas gugatan perlawan dari PT. Medco Papua Hijau Selaras (MPHS) pada Kamis (5/11) siang. Dalam persidangan Majelis Hakim menolak permohonan karena terjadi cidera janji (wanprestasi) yang dilakukan oleh PT. MPHS terhadap PT.VBM.

Hal itu terungkap dari putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari yang diketuai Saptono, SH siang ini, Kamis (5/11/2020).

“Dalam putusannya terhadap gugatan perlawan PT. MPHS yang diwakili kuasa hukumnya Sofyan Troy Latuconsina, dan kawan-kawan tersebut, Majelis hakim berpandangan bahwa pemohon perlawanan bukanlah pelawan yang baik,” kata Yan Christian Warinussy.

Lanjut Yan, Majelis hakim juga memutuskan bahwa telah terjadi cidera janji (wanprestasi) yang dilakukan oleh PT. MPHS terhadap PT.VBM.

Hal ini didasari adanya Surat Perjanjian Kerja (SPK) I tanggal 25 November 2011, SPK II tanggal 05 Maret 2012 dan III tanggal 03 September 2014. Dimana dari total kerugian PT.VBM yang diwakili Ny.Hj.Ida Centya Adam melalui kuasanya Advokat Senior Yan Christian Warinussy adalah sejumlah Rp.15 Milyar lebih.

“Kemudian di dalam persidangan perkara nomor : 38/Pdt.G.Plw/2020/PN.Mnk tersebut, menurut Majelis Hakim bahwa Pelawan yaitu PT.MPHS dapat membuktikan bahwa pihaknya sudah membayar dengan total Rp.11 Miliar rupiah lebih. Sehingga PT.MPHS dihukum untuk menyelesaikan pembayaran sisa hutangnya kepada Ny.Ida Centya Adam sejumlah Rp.3,2 Miliar rupiah lebih,” ungkapnya.

“Ditambah dengan bunga sejumlah 6 persen terhitung sejak saat gugatan Ibu Ida didaftarkan di PN.Manokwari. PT.MPHS yang diwakili kuasanya Andri N.Nasution juga dihukum membayar biaya perkara yang ditaksir berjumlah Rp.1,4 juta rupiah,” sambung Yan.

Persidangan yang dipimpin hakim ketua Saptono, SH, MH. Dibantu hakim anggota Behind Jefri Tulak, SH, MH dan Faisal Munawir Kossah, SH. Serta Panitera Pengganti Tigor Nainggolan tersebut ditutup dengan ketukan palu 3 (tiga) kali.

“Atas putusan tersebut, kedua belah pihak (pelawan dan terlawan) memiliki waktu 14 hari atau 2 (dua) Minggu untuk menyatakan sikap, apakah menerima putusan atau mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jayapura,” tutup Yan.

(RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here