BWS Papua Barat akan Tinjau Embung Marsi di Kampung Marsi

TIFACENDERAWASIH.com – Terkait aspirasi masyarakat yang kecewa kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Papua, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat dalam waktu dekat akan meninjau Embung Marsi di kampung Marsi, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana.

Kekecewaan masyarakat dikarena sampai saat ini penggunaan air baku dari embung yang sudah dibangun belum dapat digunakan dengan baik.

Kekecawaan itu sebelumnya diluapkan mereka disela-sela kegiatan reses, salah satu anggota MRPB, Ismael Ibrahim Watora ke Kampung Marsi, Kaimana, Jumat, (30/10/2020).

Kepala BWS PB, Alexander Leda, ST. MT melalui kepala Satker SNVT PJSA Balai wilayah sungai papua barat, Nonce Saman ST, MT menyampaikan beberapa hal terkait kendala-kendala teknis dilapangan yang membenarkan bahwa penggunaan air baku dari embung marsi belum sepenuhnya dapat digunakan masyarakat setempat.

“Sehingga, dalam waktu dekat tim BWS melalui bidang operasional akan meninjau langsung lokasi kondisi embung marsi ini,” kata Nonce kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Dirinya mengatakan setiap tahun ada pemeliharaan dari kami, seperti embung marsi di kaimana memang benar ada rembesan. “Sehingga kami dari pihak operasional dan pemeliharaan di balai akan melakukan perbaikan sesuai dengan apa yang nanti kami monitoring terlebih dahulu dilapangan dalam waktu dekat, baru kita lihat sisi pengairannya agar jangan ada rembesan, hingga nanti berujung patahan lagi,” bebernya.

Sementara itu, Saman membeberkan, kedepan terkait penggunaan Embung ini juga pihaknya dari BWS Papua Barat akan melakukan kajian dan pertemuan kembali dengan pemerintah daerah kaimana. Karena ini terkait dengan pemeliharaan aset, sebelum dihibahkan.

“Dan kami sendiri dari pihak balai sesungguhnya siap untuk melimpahkan pengelolaannya, namun memang semua ada mekanisme sehingga ada beberapa hal yang nanti kita bahas dulu,” terangnya.

“Karena kami dari pihak balai sendiri juga untuk di kaimana sendiri ada beberapa bangunan atau tempat yang kami nilai cocok untuk mensikronkan penggunaan air baku ini kepada masyarakat nantinya dengan merata dan baik, sehingga nanti kita akan berkoordinasi kembali dengan pemerintah daerah,” tutup Saman. (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here