Diduga Korban Trafficking , “Melati” Asal Makasar Diselamatkan IB Warga Nabire

TIFACENDERAWASIH.com – Lagi-lagi terjadi dugaan kasus trafficking, kali ini Korban nama samaran Melati (16) tahun, seorang anak perempuan dibawa umur asal kota Makasar, Sulawesi Selatan diduga menjadi korban trafficking ditemukan oleh salah satu keluarga yaitu seorang Ibu Inisial IB (40) di kota Nabire, belum lama ini.

Setelah mendengar kesaksian Melati, IB berinisiatif mengungkapkan Hal tersebut kepada Wartawan dikota Nabire.

Kepada beberapa awak Media di Nabire pada Kamis, 29 Oktober 2020, Melati mengungkapkan, sebelum datang ke kota Nabire, Melati sempat berkenalan dengan seseorang berinisial BC melalui pertemanan facebook. dari pertemanan di facebook, BC mengajak Melati untuk bertemu saat itu masih di Makasar. dan didalam pertemuan tersebut, BC mengajak Melati untuk bekerja menjual nasi kuning. Usai pertemuan antara Melati dan BC, Melati menyampaikan kepada orang tua guna meminta restu untuk ikut jualan nasi kuning bersama BC. dan saat itu orang tua Melati mengijinkan Melati untuk Ikut bekerja bersama BC pada bulan Februari 2020,” tutur Melati.

“Saat itupun Melati bersedia ikut bersama BC meskipun Melati tidak mengetahui dimana lokasi tempat kerja yang ditawarkan BC terhadap dirinya.

Lanjut Melati, “Setibahnya dikota Nabire, BC dan Melati langsung tinggal dan bekerja di salah satu karaoke milik RP yang berlokasi di lokalisasi yang ada di Nabire. namun beberapa waktu bekerja di karaoke milik RP, BC mengajak Melati untuk tinggal dikost-kostan yang ada kota Nabire. setelah itu, BC kembali Mengajak Melati untuk Bekerja di salah satu karaoke barak 2 di Lokalisasi yang ada di Nabire,” kata melati.

Masih lanjut Melati menuturkan, “Beberapa waktu setelah bekerja di karaoke barak 2, Melati dipindahkan BC untuk bekerja di karaoke barak 12 milik DW yang bertempat didalam komplex lokalisasi yang sama. Setelah beberapa waktu bekerja di karaoke barak 12 milik DW, Melati di tebus oleh salah seorang tamu karaoke berinisial T yang di ketahui berprofesi sebagai penjual judi togel (toto gelap),”ungkap Melati.

“Setelah saya tinggal dengan T, saya di paksakan T untuk melakukan layaknya suami istri, namun saya tidak mau, bahkan saya sempat mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh T terhadap Dirinya,” kata Melati dengan Nada sedih.

“Dengan Kondisi seperti itu, saya berusaha untuk kabur dari rumah dan akirnya bertemu dengan Ibu IB bersama Suaminya, dan saya di amankan Ibu IB dirumahnya sampai pada saat ini,” terang Melati.

Dengan nada sedih, kepada awak Media Melati memohon agar dirinya segera di pulangkan kekampung halamannya di Makasar, Sulawasi Selatan.

Saat di konfirmasih salah satu oknum pemilik karaoke Inisial DW yang pernah mempekerjakan Melati mengakui, bahwa Melati pernah bekerja di Karaokenya,”kata DW.

Hal yang sama, KR selaku Koordinator pengusaha dilokalisasi Samabusa Nabire juga mengakui, bahwa dirinya mengenal Melati, namun KR menyampaikan bahwa, sejak awal Melati tibah di lokalisasi, pihaknya tidak mengijinkan Melati untuk bekerja dikaraoke, sebab KR mengetahui umur Melati masih dibawah umur,”jelas KR melalui telfon selular.

Menyikapi Hal tersebut, beberapa awak Media bersama ibu IB dan Korban, pada Jum’at, 30 Oktober 2020 berinisiatif untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak Polres Nabire.

Saat di Konfirmasi Media ini Melalui Via Whatsapp, Kapolres Nabire AKBP. Kariawan Barus, S.I.K menjelaskan, “Kita akan melakukan tindakan penyelidikan. kalau memenuhi unsur, kita akan ke tingkat penyidikan.

“Jika terbukti, para pelaku kita akan jerat dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman pidana paling singkat 3 (tiga) tahun penjara, dan paling lama 15 (lima belas) tahun penjara, serta pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah),” tegas Kapolres Nabire.

(RK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here