Berkedok Pesan Makanan,Ternyata Menipu Untuk Mendapatkan Pulsa

TIFACENDERAWASIH.com – Diera kemajuan teknologi saat ini yang semakin maju,banyak manfaat yang dirasakan.
Dengan berbagai kemudahan banyak aktifitas belanja dapat dilakukan lewat berbagai aplikasi yang tersedia.
Namun seiring waktu berjalan, ada juga pihak-pihak yang memanfaatkan teknologi atau aplikasi tersebut dengan hal-hal yang tidak terpuji.

Seperti yang dialami oleh Melki Kilis salah seorang penjual makanan yang ada di Kota Sorong.
Melky menuturkan kepada media ini (29/10)dimana kejadiannya berawal dari postingan jualan produk makanannya di media sosial pada tanggal 28 Oktober.

“Pada tanggal 28 Oktober kemarin, saya memposting jualan disalah satu aplikasi, seperti biasa yang saya lakukan dengan mencantumkan nomor yang bisa dihubungi,”tutur Melky.

Memang sebelumnya, lanjut Melky banyak juga yang memesan baik lewat media sosial ataupun langsung menelpon/menghubungi saya.
“Kebetulan kemarin ada yang menghubungi lewat aplikasi Whatss app, memesan sejumlah makanan dengan alamat yang sudah disampaikan,”ujarnya.

“Begitu pesanan telah siap diantar ketujuan yang telah disepakati yaitu Rumah Sakit Sele Be Solu pemesan dengan nomor 083856283840 meminta untuk membelikan pulsa sebesar 50 atau 100.000 dan diisi ke nomor tujuan 08213221xxxx dengan perjanjian akan dilunasi atau dibayarkan sekalian dengan pesanan tersebut,”ungkap Melky.

Begitu tiba di Rumah Sakit yang dituju, lanjut Kilis, langsung menuju ruangan IGD dan menanyakan ke security dan petugas medis yang ada disana terkait dengan pesanan atas nama salah satu dokter yang bertugas di Rumah Sakit tersebut.
“Menurut security dan petugas medis di IGD Rumah Sakit Sele Be Solu mengatakan bahwa tidak mungkin dokter tersebut memesan makanan yang tidak bisa dia konsumsi, apa lagi makanan khusus (daging babi)karena atas nama dokter tersebut beragama islam,”papar Melky.

“Sontak saya kaget dengan apa yang disampaikan oleh security dan pihak medis tersebut, untunglah sejumlah pulsa yang diminta tidak saya turuti,”kata Melky.

“Saya berusaha untuk menghubungi kembali nomor tujuan tersebut, tetapi sudah tidak aktif,”terangnya.

Sekiranya hal ini, harap Melky agar menjadi pelajaran bagi para pelaku usaha yang lain untuk tidak sembarang percaya seperti situasi yang dialaminya.

Disinggung dengan pelaku,Melky mengatakan apa yang dilakukanya mencerminkan bahwa tidak berpri kemanusiaan.
“Apa yang dilakukannya tidak mencerminkan kemanusiaan, dimana tindakannya semena-mena dan mempermainkan sesama manusia semoga diampuni oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,”pungkas Melky. (RV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here