Judi Rolex Semakin Marak di Kota Jayapura Kapolres di Minta Ambil Sikap

TIFACENDERAWASIH.COM – Seruan dan Imbauan Pemerintah dan juga Pihak Kepolisian kepada seluruh warga masyarakat khususnya di kota Jayapura untuk memperhatikan Protokol kesehatan seperti, Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menghindari Perkumpulan.

Pemilik judi Rolex

Sama sekali tidak di indahkan oleh beberapa warga yang suka berkumpul dengan melakukan aktivitas Judi Rolex. Rabu, 28 Oktober 2020.

Lokasi dan tempat permainan Barang Haram ini ternyata tidak jauh dari Kantor Polresta Jayapura, tepatnya berhadapan dengan SPBU Saliarta, dibelakang deretan bangunan usaha Stempel.

Ironinya, walaupun aktifitas judi Rolex sudah berjalan Berbulan-bulan dengan lokasi yang tidak jauh dari Kantor Polresta kota Jayapura, namun sampai saat ini belum tersentuh Pihak Aparat Penegak hukum.

Tidak hanya di lokasi Saliarta, aktifitas yang sama pulah terlihat begitu ramainya di belakang Pasar Hamadi, dan telah lama pekerjaan haram itu di jalankan.

Disebutkan oleh beberapa orang Narasumber yang ditemui di lokasi pada hari Senin 26 Oktober mengatakan, bahwa aktifitas judi Rolex yang ada di depan SPBU Saliarta Bosnya adalah Nurdin, dan kegiatannya biasa dibuka jam 12 Siang sampai kadang jam 8 Malam.

Juga selain Nurdin, ada juga Cukong lain yang ikut berperan dalam kegiatan tersebut, namun namanya tidak sempat di sebutkan.

Sementara pemilik aktivitas Rolex yang berada di belakang Pasar Hamadi disebutkan namanya adalah Jeck.

Narasumber yang enggan namanya diberitakan mengatakan, bahwa kegiatan Rolex yang ada dibelakang Pasar Hamadi itu sudah berjalan Berbulan-bulan, bahkan sebelum adanya wabah virus Corona.

” Kegiatan Rolex yang ada di Pasar Hamadi ini sudah berjalan cukup lama, namun sampai saat ini belum tercium juga oleh Pihak Kepolisian.
Kenapa saya katakan demikian, memang kenyataannya begitu kok.
Permainan Haram ini kenapa dibiarkan berlarut sampai saat ini.

Kalau Pihak Kepolisian mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya aktivitas tersebut, berarti dimana Peran Intelejen selama ini, kok kita yang masyarakat biasa saja bisa tau, kenapa Intel yang terlatih profesional lambat dalam hal seperti ini. Ini patut dipertanyakan kembali,” katanya.

Sikap yang sama juga datang dari Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Yerry Basri Mak, SH, saat di temui di Taman Imbi kota Jayapura pada hari Selasa 27 Oktober 2020.

Ketika awak media ini meminta tanggapan kepada Ketua LSM terkait dengan Judi Rolex yang ada di depan SPBU Saliarta dan juga di belakang Pasar Hamadi, Yerry langsung berkomentar demikian.

” Jujur adik, saya sendiri sebagai Ketua LSM saya tidak mengerti, kenapa dan mengapa kegiatan judi Rolex ini bisa begitu bebasnya di jalankan.
Terus ini ditengah kekuwatiran terhadap wabah virus Covid-19 yang menjadi ancaman nyata bagi kita semua.
Yang membuat Pemerintah, juga TNI/Polri tidak Putus- putusnya mengingatkan kita tentang Pentingnya Penggunaan Masker, Rajin Mencuci tangan dan berusaha untuk Menghindari kerumunan.
Tujuannya hanya satu, agar kita bisa memutuskan Rantai Penyebaran virus Covid-19 di kota Jayapura.

Namun kenapa masih saja terlihat ada aktivitas judi Rolex di depan SPBU Saliarta sana, juga ada lain di belakang Pasar Hamadi.

Padahal larangan untuk berkumpul dan berkerumun sudah disampaikan, dan terus dilakukan oleh Pemerintah guna memulihkan keadaan menjadi seperti semula, tetapi kenapa Para Pecinta judi ini terus dibiarkan Pihak Kepolisian.

Saya benar-benar tidak mengerti, ini jelas kegiatan melawan Hukum Negara dan juga Hukum Agama, kok di biarkan terus tanpa ada tindakan tegas dari Kepolisian kota Jayapura.

Apakah kegiatan Haram ini sengaja di biarkan untuk merusak generasi kita..?
Terus kenapa tidak ada upaya Pemberantasan judi Rolex ini oleh pihak Kepolisian, dan juga Pemerintah kota Jayapura.

Kalau begini kan terkesan Pembiaran, jelas kita semua bisa berspekulasi, ada apa, kenapa dan mengapa judi Rolex ini tidak bisa di bubarkan,” tanya Yerry kesal.

Yerry menambahkan, bahwa dirinya sangat prihatin dengan kondisi Anak-anak muda yang masih dibawah umur serta telah terlibat pergaulan buruk yang dapat merusak masa depan mereka nantinya.

Dirinya juga kesal saat berada di dua lokasi, tempat dimana kegiatan judi Rolex itu berlangsung.

Menurut pantauannya, hampir semua Para Pemain dan juga Bandar tidak memakai Masker saat bermain.
Mereka berdiri dan duduk juga sangat rapat, sehingga jika ada yang terjangkit Covid-19 maka penyebarannya akan sangat cepat sekali, “ujar Yerry.

Untuk itu dirinya sangat berharap kepada Pemerintah kota Jayapura (Walikota) dan Juga pihak Kepolisian kota Jayapura (Kapolres), agar secepatnya ketika berita ini di baca ada reaksi dan respon positif dari Pemerintah untuk Menutup dan Membubarkan, serta Menangkap Dua Pelaku Pemilik Rolex, yakni Nurdin dan Jeck yang terkesan Kebal Hukum. (NW).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here