Sidang Molor 7 Jam, Hakim Ketua PN Manokwari Marahi JPU

TIFACENDERAWASIH.com – Hakim Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Saptono, SH, MH, memarahi Jaksa Penuntut Umum (JPU), B. Yomaki dalam sidang Perkara Pidana Nomor :180/Pid.B/2020/PN.Mnk, dikarenakan persidangan molor 7 jam, Selasa (27/10/2020).

Yan Christian Warinussy,SH menjelaskan bahwa sejak pukul 09:00 – 16:00 WIT, Hakim Ketua PN sudah menunggu, tetapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum hadir di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari.

“Kondisi ini sempat membuat Ketua Majelis Saptono yang juga Wakil Ketua PN Makokwari tersebut terlihat marah terlebih dahulu kepada JPU Umiyati Saleh di luar ruang sidang,” terangnya.

Yan menuturkan, bahwa berdasarkan informasi dari JPU, B. Yomaki, sesuai arahan dari Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Roberto Sohilait persidangan dilakukan secara virtual, dengan alasan karena adanya pandemi Covid-19.

Lanjut Yan, setelah sidang hendak dimulai Ketua Majelis Hakim melontarkan kalimat kepada JPU Yomaki dengan kata-kata, “Ibu Jaksa, seharusnya kalau memang sidangnya Marlon Heru Ayatanoi (Terdakwa) akan dilakukan secara online, mbok ya dari pagi tadi to Bu. kami para hakim dan penasihat hukum terdakwa serta keluarga terdakwa dan korban serta masyarakat sudah menunggu dari pagi Bu,” pungkasnya.

Disamping itu, JPU B.Yomaki menanggapi dengan mengatakan bahwa dirinya dan jaksa lain di Kejari Manokwari, tapi Kasi Pidum belum mengeluarkan perintah apakah sidangnya online atau offline.

“Kami para jaksa sudah siap pak, tapi Kasi Pidum mengatakan bahwa sidangnya secara online, makanya kami juga menunggu”, terangnya.

Namun, alasan JPU B. Yomaki tidak bisa diterima, karena pada kenyataannya sidang tidak bisa jalan secara virtual, hal ini dikarenakan sudah sore dan ditambah lagi situasi signal juga kurang bagus, sehingga tidak menutup kemungkinan jalannya sidang akan terganggu.

Perlu diketahui, kejadian seperti ini sering terjadi berulang kali dalam setiap persidangan perkara pidana baik yang berasal dari Kejari Manokwari maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat.

“Sebagai seorang Advokat dalam pengalaman saya sepanjang masa pandemi Covid-19, saya lihat jaksa-jaksa dari kedua institusi penegak hukum tersebut selalu datang membawa tahanan pada jam 15:00 wit keatas. Sayang sekali karena kesempatan bagi para tahanan untuk memperoleh keadilan semakin jauh dan sulit,” beber Yan.

Kemudian, pukul 16:30 WIT JPU B. Yomaki menyampaikan bahwa tahanan sedang dibawa dari Polsek Amban menuju ke PNManokwari. (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here