Yan C. Warinussy SH: Pendidikan Politik Sangat Penting

TIFACENDERAWASIH.com – Pendidikan politik merupakan agenda yang sangat mendesak dan penting, karena demokrasi atau proses demokrasi memerlukan syarat mutlak, yaitu keterdidikan rakyat secara politik.

“Sebab, rakyat yang terdidik secara politik adalah warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, sehingga ia bisa secara otonom (mandiri) ikut berpartisipasi, baik secara langsung maupun tidak, dalam semua pengambilan keputusan, memantau proses pelaksanaan keputusan publik dan melakukan advokasi terhadap akses-akses pelaksanaan kebijakan di lapangan,”sebutnya.

“Berkenaan dengan itu, dalam pelaksanaan kampanye 2 (dua) kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati di Manokwari dewasa ini
Saya belum melihat adanya proses pendidikan politik ditempatkan oleh kedua kandidat yang menyebut dirinya HEBO dan SMART dalam proses kampanyenya hingga hari ini,”tutur Warinussy.

“Hal ini membuat rakyat bertanya-tanya mengenai janji-janji politik yang disampaikan,”katanya.

Lanjutnya,janji untuk membangun ini dan itu, bahkan dengan menggunakan kartu tertentu,akankah mampu menanggulangi sejumlah pungutan berkenaan dengan pelayanan publik di daerah ini ?

Pertanyaannya, tambah Warinussy lalu biaya tersebut diambil dari pribadi kandidat tersebut ketika sudah terpilih kelak? Atau kah nanti dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ? Bagaimana rakyat di Kabupaten Manokwari akan terlibat dalam menghitung dan atau menganggarkan hal tersebut ?

“Belum ada satu kandidat yang mampu menunjukkan komitmennya yang jelas dalam menangani soal-soal penting seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi rakyat Papua, penegakan hukum serta perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM),”tutur Yan.

Saya kuatir dengan “habisnya” energi dari kedua kandidat bersama tim kerjanya dalam “memborong” partai pengusung belum lama ini akan berakibat “beban biaya” terserap untuk membayar kembali atau istilah kembali modal kepada para “pemilik modal” , sehingga sulit bagi mereka membuat program yang benar-benar pro rakyat kelak sesudah terpilih nanti,”timpanya.

“Apakah slogan Manokwari Kota Injil yang sudah di legitimasi dengan adanya Perda Manokwari Daerah Injil bisa menjadi kerja dari calon Bupati dan Wakil Bupati mendatang atau kah justru makin hilang ditelan bumi ?,”pungkas Warinussy dengan nada tanya.

(Richard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here