Satgas Saber Pungli Provinsi Papua Gelar OTT di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya

JAYAPURA, TIFACENDERAWASIH.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satgas Saber Pungli Provinsi Papua yang dipimpin langsung Ketua Pelaksana Kombes Pol Alfred Papare, S.IK, bertempat di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya di Bandara Sentani. (21/10).

Rangkaian kegiatan tersebut,
Pada hari dan tanggal tersebut diatas, tim Satgas Saber Pungli Provinsi Papua mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang tarif Rapid Test yang terlalu tinggi di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya.

Pukul 09.45 WIT, tim yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Provinsi Papua menuju ke Bandara Sentani.

Pukul 10.30 WIT, Tim Satgas tiba di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya dan langsung melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap para petugas yang melayani penumpang tujuan Kabupaten Jayawijaya yang mana diwajibkan melakukan tes Rapid dengan membayar biaya sebesar Rp. 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Dalam kegiatan tersebut, tim mengamankan 4 (empat) orang petugas bersama barang bukti ke Mapolda untuk dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan, sedangkan petugas lainnya tetap melakukan aktifitas pelayanan kepada masyarakat penumpang.

Identitas Petugas yang diamankan:
1. HP (46), Laki-laki;
2. Y (35), Laki-laki;
3. ERS (29), Perempuan;
4. RL (33), Laki-laki.

Barang Bukti:
1. Uang senilai Rp. 15.900.000 (Lima Belas Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah);
2. Buku Registrasi Pendaftar;
3. Kwitansi;
4. Hasil Rapid Tes Untuk hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020;
5. Buku Absen Petugas.

Langkah-langkah Kepolisian Yang Diambil:
Menerima Laporan, Mendatangi TKP, Melaksanakan Operasi Tangkap Tangan, mengamankan Barang Bukti dan petugas, Melakukan Penyeledikan dan Penyidikan. Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh tim Satgas Saber Pungli Provinsi Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dalam jumpa pers mengatakan, Satgas Saber Pungli Provinsi Papua telah melaksanakan persiapan dengan mengkaji aturan pemerintah dalam masa Pandemi Covid-19 terutama Surat Edaran Kemenkes RI Nomor 2875 tahun 2020 tentang batasan tarif tertinggi Rapid test.

Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi. Dalam Surat Edaran tersebut menyebutkan Rp. 150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) sebagai tarif tertinggi dan berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan Rapid Tes Antibodi atas permintaan sendiri (bukan dipaksa). Namun praktek yang dilakukan oleh para petugas yakni memungut tarif sebesar Rp.250.000,- per orang.

Keluhan masyarakat khususnya penumpang dengan tujuan Kabupaten Jayawijaya juga menjadi dasar pertimbangan Satgas untuk melakukan OTT karena dianggap memberatkan masyarakat karena besaran tarif tersebut padahal pelayanan Rapid Tes Bandara Sentani hanya sebesar Rp. 130.000,- (Seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah).

Sementara untuk ke empat petugas, telah dipulangkan kerumah masing-masing setelah dilakukan klarifikasi pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 pukul 18.30 WIT oleh penyidik.

Untuk kasus ini, Penyidik menerapkan Pasal 12 E Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman paling singkat empat Tahun Penjara dan maksimal seumur hidup.

Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah dewasa untuk melaporkan hal tersebut, sehingga kami dengan cepat melakukan langkah-langkah penegakan hukum. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here