Pengurus DPP partai Golkar “Martinus Werimon” Dihadang Saat berkunjung ke Sekertariat DPD Golkar raja Ampat.

RAJA AMPAT, TIFACENDERAWASIH.com – Kunjungan  pengurus DPP partai golongan karya (Golkar) Martinus werimon selaku bidang pemenangan pilkada di Papua dan Papua Barat di kabupaten Raja Ampat, untuk konsulidasi dan koordinasi ke daerah dalam rangka pemenangan pilkada serentak tahun 2020.

Hal ini disampaikan oleh ketua DPD partai golkar kabupaten raja Ampat “Roni Dimara, melalui sms tertulis via WhatsApp kepada wartawan Tifacendrawasi.com. Selasa (13/10/2020)

Kedatangan pengurus DPP Martinus Werimon ke raja ampat sempat mendapatkan masalah, pada saat di ajak untuk berkunjung ke sekertariat yang sekarang bukan lagi sekertariat golkar, papan nama kantor sekertariat sudah di rubah menjadi nama salah satu organisasi aliansi.

Tiba-tiba ada telpon dari salah satu mantan orang terpenting di raja Ampat, di suruh keluar dari kantor sekertariat dan menanyakan surat perintah tugas seperti ada polisi yang sedang mengintrogasi.”ujar Roni

Melihat situasi yang kurang kondusif, Martinus langsung melaporkan hal ini kepada pimpinan DPP, bahwa situasi saat ini tidak sesuai  dengan apa yang di sampaikan oleh mantan ketua DPD golkar raja ampat, situasinya sangat urgen berbeda dengan daerah lain.

Namun sebagai pengurus DPD Golkar raja ampat yang sah kami tidak menutup mata, kami tetap tegak lurus sesuai arahan partai dari ketua umum dan pengurus DPP Mertinus Werimon yang saat ini sudah hadir dan menyaksikan sendiri.”tutur RD

RD juga menambahkan, besok pengurus DPP bapak Martinus Werimon akan melakukan pertemuan dengan semua pengurus kader Golkar Raja Ampat dan akan di sampaikan bahwa siapa yang tidak taat asas mekanisme partai, maka proses organisasi tetap akan di tegakan.

“Sementara itu Sekertaris DPD golkar raja ampat “Badarudin Mayalibit, mewakili rekan-rekan di DPD memberikan apresiasi kepada pengurus DPP Martinus Werimon yang mendapat mandat surat tugas dari DPP untuk datang dan melihat situasi dan kondisi di raja Ampat saat ini. namun juga memberikan support atau motivasi kepada kami pengurus di DPD.

Sebagai kader Golkar yang sudah mendapatkan surat keputusan dari DPP untuk mengusun Faris Ori, oleh sebab itu saya berpikir tidak ada sesuatu yang menganggap dirinya hebat di negeri ini, organisasi ini bukan milik pribadi atau keluarga.”tegas Mayalibit.

(JEFRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here